Tutorial cara instalasi Ubuntu

Keberadaan Ubuntu saat ini sangatlah penting, mengingat Ubuntu adalah satu dari beberapa distro Linux yang populer dan banyak digunakan untuk berbagai keperluan, misalnya untuk server sampai sistem operasi alternatif pengganti Windows. Tak heran apabila Ubuntu menjadi salah satu distro Linux yang populer, karena banyak kelebihannya.

Sejatinya cara install Ubuntu tidaklah sulit, namun pola pikir para pemakai awal yang memang baru pertama kali atau biasa disebut dengan newbie menganggap langkah install Ubuntu ini sulit. Padahal tidak sama sekali. Dan ini sangatlah mudah dan mengasyikkan untuk dipelajari. Langkah demi langkah dalam install Ubuntu sangat interaktif dan tidak membosankan.

Apa saja yang diperlukan?

  1. Tentu saja Anda harus punya terlebih dahulu image Ubuntunya. Image Ubuntu biasanya berekstensi .ISO dan bisa di download di sini.
  2. USB drive atau flashdisk atau DVD kosong.
  3. Waktu luang.
  4. Kopi (optional).

Setelah Anda mendapatkan file image Ubuntu, maka langkah selanjutnya adalah membuat installernya. Tujuannya untuk apa? Tujuannya tentu saja agar proses instalasi dapat dilakukan. Membuat installer ini bisa menggunakan berbagai cara, salah satunya dengan menggunakan USB drive/flashdisk atau bisa juga menggunakan DVD dengan cara di burn image filenya.

Membuat installer dengan USB Drive

Untuk dapat membuat installer dengan menggunaan USB Driver/flashdisk caranya sangat mudah, namun Anda harus mempunyai aplikasinya terlebih dahulu. Aplikasi untuk membuat installer Ubuntu yang biasa saya gunakan adalah Unetbootin, download di sini. Aplikasi dengan antarmuka yang sangat sederhana dan mudah untuk digunakan.

Masukkan flashdisk atau flash drive yang akan dijadikan sebagai installer tersebut. Namun sebelum itu, saya sarankan untuk memformatnya terlebih dahulu ke FAT32, karena biasanya UNetbootin merekomendasikan menggunakan file system FAT32. Apabila sudah, pilih file .ISO Ubuntu kemudian pilih Ok. Selanjutnya tinggal tunggu saja proses restore installernya sampai selesai.

Install Ubuntu

Nah, sekarang kita memasuki tahap inti, yaitu proses instalasi. Sebelum memulai proses instalasi, saya sarankan untuk backup semua data penting terlebih dahulu, ini bertujuan untuk jaga-jaga apabila nanti terjadi kesalahan ketika proses instalasi atau ketika sedang melakukan langkah partisi. Apabila sudah melakukan backup data, mari kita mulai.

Seperti yang sudah saya singgung diawal bahwa ada beberapa metode dalam proses install Ubuntu, diantaranya melalui flash drive dan DVD. Langkah selanjutnya adalah masukkan flash drive atau DVD installer Ubuntu. Kemudian masuk terlebih dahulu ke setting bios dan jadikan flash drive atau DVD tadi sebagai first boot.

Untuk dapat masuk ke dalam bios, setiap perangkat komputer berbeda, biasanya dengan menekan tombol Delete, F2, dll. Apabila sudah, maka selanjutnya akan muncul tampilan seperti ini:

Nah, pada pilihan ini Anda bebas menentukan, apakah mau Try Ubuntu atau Install Ubuntu secara langsung. Apabila Anda baru pertama kali menggunakan Ubuntu dan masih belum familiar serta menghindari resiko, Anda bisa memilih Try Ubuntu tantap perlu harus melakukan install ke hard disk.

Disinilah sisi keren dari Ubuntu, yaitu Anda bisa mencobanya terlebih dahulu tanpa perlu install. Apabila sudah dirasa cukup yakin dan sudah siap, Anda bisa memilih Install Ubuntu.

install ubuntu

Pada langkah ini, saya sarankan jangan ceklis pilihan Download updates while installing, untuk proses update nanti saja setelah selesai install dan sudah masuk desktop agar proses instalasi tidak berjalan lambat. Begitu juga dengan pilihan Install third-party software, saya sarankan jangan diceklis juga.

Pada langkah ini Anda hanya tinggal pilih Continue saja. Oh iya, Ubuntu minimal membutuhkan 6.5 GB ruang kosong pada hard disk, saya sarankan lebih dari itu. Sediakan setidaknya 10-50 GB untuk sistem Ubuntu agar leluasa.

install ubuntu

Pada langkah ini, kembali kepada kebutuhan, apabila Anda hendak menginstall Ubuntu saja pada komputer Anda, maka langsung saja pilih Erase disk and install Ubuntu. Namun apabila Anda masih menginginkan dual OS, maka pilih Something else. Ketika Anda memilih pilihan ini, maka langkah selanjutnya Anda akan dihadapkan dengan “manage partition” yaitu langkah untuk menentukan partisi yang akan dibuat untuk sistem Anda nantinya.

install ubuntu

Inilah langkah selanjutnya ketika Anda telah menekan tombol continue, pada langkah ini merupakan bagian yang biasa saya sebut dengan “partition manager”. Next, pilih New Partition Table. Pada kasus ini, saya menggunakan Virtual Box, jadi saya mengalokasikan kapasitas hard disk 8 GB murni belum diapa-apain, setelah itu akan ada Window pop up seperti dibawah, pilih saja Continue.

install ubuntu

Mengapa muncul pertanyaan demikian? Karena saya menggunakan Virtual Machine, jadi saya seolah-olah saya memakai hard disk yang baru, sehingga muncul pertanyaan demikian. Begitu juga ketika Anda menggunakan hard disk yang masih kosong dan belum di install apapun pasti akan muncul pop up demikian.

Namun apabila hard disk Anda sudah terinstall sistem operasi lain, maka perlu adanya partisi khusus untuk nantinya di install Ubuntu. Apabila Anda memakai Windows, Anda bisa membuat partisi baru terlebih dahulu untuk digunakan sebagai partisi Ubuntu nantinya.

install ubuntu

Setelah memilih Continue, langkah selanjutnya adalah seperti ini. Pada langkah ini merupakan proses pembuatan partisi. Klik tombol “+” kemudian akan muncul pop up Create partition, buat terlebih dahulu untuk partisi sistem Ubuntu, untuk Type for the new partition biarkan terpilih secara default yaitu Primary, untuk Location for the new partition juga biarkan secara default. Untuk file system gunakan Ext4 journaling file system. Untuk Mount point pilih root (/). Lihat gambar. Setelah itu klik Ok.

install ubuntu

Langkah selanjutnya adalah membuat partisi swap. Apa itu swap? Gunanya untuk apa? Pada Linux, partisi swap ini digunakan untuk virtual memory. Fungsinya tentu saja untuk membantu komputer kita ketika membutuhkan lebih banyak memory dan juga space.

Berapa kita harus mengalokasikan space untuk dibuatkan partisi swap? Menurut referensi yang saya baca, apabila RAM fisik komputer kita 2 GB, maka direkomendasikan partisi swap itu dua kali lipat dari RAM, yakni 4 GB. Correct me if I wrong.

Namun tetap saja itu tidak bisa dijadikan aturan yang baku, semua kembali ke Anda, bebas mau berapa saja. Tidak pakai partisi swap pun tidak masalah, namun saya rekomendasikan untuk tetap memakai partisi swap. Pada langkah ini, Anda juga boleh tidak memberikan partisi swap. Partisi swap ini juga bisa ditambahkan nanti setelah proses instalasi selesai. Selanjutnya klik Ok untuk melanjutkan.

Ok, sampai sini kita sudah selesai membuat partisi. Langkah selanjutnya tinggal kita install Ubuntu tersebut ke partisi yang telah dibuat tadi.

install ubuntu

Langkah selanjutnya adalah memilih partisi /dev/sda1 ext4 dengan mount point / untuk melanjutkan instalasi Ubuntu. Klik Install Now untuk memulai proses instalasi. Jangan khawatir berlebihan, komputer Anda akan baik-baik saja. Dan saya ucapkan selamat kepada Anda apabila sudah mencapai langkah ini, karena Anda sudah bisa dikatakan 95% berhasil, tinggal 5% lagi yaitu menunggu proses instalasi selesai.

install ubuntu

Pada langkah ini tinggal memilih Jakarta. Beres. Setelah itu Continue.

install ubuntu

Pada langkah ini saya lebih merekomendasikan Keyboard layout (US). Lalu Continue.

install ubuntu

Pada langakah ini, isi nama asli kalau bisa sesuai KTP dan jangan nama alay. Karena kalau nama alay, terus lupa nanti bisa repot urusannya. 😀 Setelah itu Continue. And you’re done!

install ubuntu

Dan inilah tampilan Desktop Ubuntu. Saya ucapkan selamat apabila Anda sudah 100% berhasil menginstall Ubuntu. Mari kita sama-sama terus belajar mengenai Ubuntu, karena masih banyak yang perlu digali lagi dari Ubuntu. Dengan demikian berakhir pula tutorial cara instalasi ubuntu dan semoga dapat bermanfaat.

Tags: