Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

Sejarah internet di dunia & di Indonesia (Lebih Lengkap)

SEJARAH INTERNET – Internet, sebuah kebutuhan sehari-hari yang rasanya semakin ke sini lebih penting keberadaannya. Bahkan mungkin, sebagian orang menganggap internet adalah termasuk ke dalam kebutuhan pokok.

Karena dengan adanya internet, kamu bisa merasa lebih dekat dengan siapa saja dan di mana saja, meski tak jarang membuat kamu terlihat lebih jauh dengan seseorang yang jelas-jelas ada di samping kamu.

Selain untuk keperluan komunikasi, internet juga membantu untuk bisa menemukan segara informasi yang dibutuhkan. Singkatnya, hampir semua informasi bisa digali dan didapatkan lewat bantuan internet.

Namun, ketika sedang asyik menggunakannya setiap hari, pernahkah terpikir di benak kamu bagaimana sejarah internet tersebut? Bagaimana awalnya internet ditemukan sehingga bisa memudahkan hampir seluruh pekerjaan kamu selama ini?

Pengguna internet banyak, tapi mungkin sedikit yang “ngeh” tentang sejarahnya. Nah, diantara sedikit orang yang “ngeh” tersebut, kamulah salah satu orang yang tergerak hatinya untuk mengetahui tentang sejarah internet.

Yuk, mari kita bahas bersama.

Pengertian internet

Pengertian internet

Internet merupakan singkatan dari interconnection-networking, adalah jaringan komunikasi global yang menghubungkan jutaan hingga milyaran (intinya banyak sekali) jaringan komputer di seluruh penjuru dunia menggunakan media komunikasi seperti satelit, telepon, dll.

Internet terdiri dari bermacam-macam jenis topologi jaringan komputer yang berbeda. Yang mana hal tersebut tidak terbayangkan sebelumnya kalau perkembangan internet akan seperti sekarang dan sudah mempunyai fungsi vital bagi kemajuan zaman.

Untuk dapat bisa tersambung ke internet, maka harus melakukan penyatuan dan komunikasi jaringan. Untuk itu, diperlukan standar protokol internet atau yang lebih dikenal dengan istilah TCP/IP, yang mana hal tersebut mempunyai fungsi yang berbeda.

TCP memiliki peranan untuk memastikan bahwa semua koneksi dalam jaringan berjalan dengan baik. Sedangkan IP, berfungsi untuk menjalankan transmisi paket data (pertukaran paket) dari satu komputer ke komputer lainnya. Kurang lebih begitu.

Hal tersebut berguna untuk melayani milyaran pengguna yang ada saat ini. Termasuk kamu yang sekarang sedang menggunakan internet. Sebuah penjelasan yang cukup rumit jika dibandingkan dengan mudahnya kamu menggunakan internet ini selama ini, bukan?

Sejarah internet juga cukup panjang dan rumit, di mana ada banyak sekali perancangan, perkembangan dan uji coba yang harus dilakukan sehingga internet bisa membuat hidup kamu menjadi jauh lebih mudah seperti saat sekarang ini.

Sejarah internet secara singkat

Sejarah internet awalnya dibentuk untuk keperluan militer

Awal mulanya, pada tahun 1969 internet hanyalah sebuah jaringan komputer yang dibuat dan dikembangkan oleh ARPA yang merupakan bagian dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Pada saat itu, dikenal dengan proyek ARPANET yakni singkatan dari Advanced Research Project Agency Network.

Dari proyek tersebut, menghasilkan temuan tentang bagaimana perangkat lunak (software) komputer yang berbasis UNIX dapat berpadu padan dengan perangkat keras (hardware). Sehingga, para pengembangnya mulai menyadari bahwa hal tersebut dapat membantu manusia untuk berkomunikasi jarak jauh melalui saluran telepon.

Pada akhirnya, penemuan tersebut terus dikembangkan sampai pada akhirnya menjadi internet seperti yang ada dan kita nikmati sekarang ini. Dan untuk lebih memudahkan, selanjutnya kita bagi pembahasan menjadi dua, yaitu sejarah internet dunia dan sejarah internet Indonesia.

Sejarah perkembangan internet dunia

Awal mula sejarah internet menghubungkan komputer agar saling terhubung

Seperti yang sudah ditulis sebelumnya, internet awalnya berasal dari proyek yang dilakukan oleh ARPA yang bernama ARPANET. Yang mana proyek tersebut merupakan sebuah rancangan jaringan komputer untuk melihat potensi seberapa besar informasi dapat dipindahkan dan juga mengukur seberapa handalnya internet.

Semua standar yang mereka teliti dan kembangkan ini menjadi awal mula pembentukan sebuah protokol baru yang biasa kita kenal sekarang dengan istilah atau sebutan TCP/IP. Padahal pada awalnya, proyek ini hanya akan digunakan untuk kepentingan militer saja.

Pengembangan sistem jaringan komputer tersebut merupakan salah satu upaya Departemen Pertahanan Amerika Serikat guna melakukan perluasan jaringan ke wilayah-wilayah lain yang dianggap sangat penting dan vital.

Hal tersebut maksudnya untuk dapat setidaknya meminimalisir adanya serangan nuklir serta untuk mencegah sebuah informasi yang hanya terbatas pada satu wilayah atau tempat saja. Yang mana jika terjadi perang, akan sangat rawan dan mudah untuk dihancurkan.

Image Credit: COURTESY OF ALEX MCKENZIE

Dan pada 5 Desember 1969, untuk pertama kalinya Departemen Pertahanan Amerika Serikat menghubungkan 4 jaringan komputer yang berada di University of California, Los Angeles, (U.C.L.A.), Stanford Research Institute (S.R.I.) di Menlo Park, U.C. Santa Barbara (UCSB), dan the University of Utah.

Namun ternyata setelah itu, ARPA tak menduga bahwa perkembangan awal dari internet itu sangat cepat dan signifikan. Tak perlu waktu lama sejak itu, banyak dari universitas yang berada di Amerika ingin juga bergabung dan merasakan sensasi dari proyek ARPA tersebut. Hingga pihak ARPA kewalahan.

Maka dari itu, pada tahun 1984 pihak Departemen Pertahanan Amerika Serikat membagi proyek ARPANET menjadi dua bagian, yaitu MILNET (Military Network) dipergunakan khusus untuk kepentingan militer dan ARPANET sebagai layanan untuk kepentingan komunitas riset akademis (non-militer).

Seiring dengan perkembangannya, nama organisasi ini mengalami perubahan beberapa kali. Yang awalnya disebut dengan ARPA sempat berubah nama menjadi DARPA pada Maret tahun 1972, berubah menjadi ARPA pada Februari 1993 dan DARPA pada Maret 1996.

Pada awalnya, ARPA dibentuk oleh Presiden Amerika ke-34 yaitu Dwight D. Eisenhower. Pada saat itu, organisasi tersebut hanya mempunyai sekitar 240 orang karyawan yang terdiri dari 15 orang manajemen dan hampir 140 orang merupakan staf teknis.

Tahun perkembangan sejarah internet (Timeline)

Tahun perkembangan internet (Timeline)

Konsep awal perkembangan World Wide Web (WWW) pertama kali dicetuskan oleh Leonard Kleinrock. Karena pada tahun 1961, ia menulis tentang ARPANET. Ia tak sendiri, bersama dengan rekannya yaitu J.C.R. Licklider sama—sama mengembangkan cikal bakal internet. Berikut ini merupakan penjelasan singkat rentetan perkembangan dan sejarah internet dari tahun ke tahun.

Tahun 1957

Pada tanggal 4 Oktober tahun 1957, Rusia (Uni Soviet) mengorbitkan satelit buatan mereka untuk pertama kalinya. Satelit tersebut diluncurkan di Kosmodrom Baykonur, di RSS Kazakhstan. Atas peluncuran ini, Rusia berhasil menggegerkan dunia barat (saat itu puncak perang dingin berlangsung) hingga membuat Amerika Serikat memulai “space race” untuk bersaing dengan Rusia (Uni Soviet).

Tahun 1958 — 1959

Departemen Pertahanan Amerika Serikat membentuk proyek ARPA (Advanced Research Projects Agency). Proyek tersebut memiliki fungsi utama untuk dapat mengembangkan teknologi revolusioner terbaru yang dipergunakan dalam militer. Proyek ini juga seolah-olah menjadi “produk” untuk bersaing agar tidak tertinggal dari Uni Soviet.

Tahun 1960-an

Paul Baran (seorang peneliti) yang merupakan salah satu pencetus teknologi internet mengembangkan konsep packet switching sebagai bagian dari teknologi baru yang nantinya akan tercatat dalam sejarah internet.

Tahun 1961

Leonard Kleinrock, seorang ilmuwan komputer menuliskan sebuah jurnal yang berjudul “Information Flow in Large Communication Nets” yang kurang lebih artinya “Aliran Informasi di Jaringan Komunikasi Besar/Luas” pada tahun 1961. Dalam jurnal tersebut juga berisi tentang ARPANET yang selanjutnya menjadi cikal bakal internet.

Tahun 1962

J. C. R. Licklider yang merupakan seorang psikolog memublikasikan sebuah konsep bahwa komputer-komputer dapat saling terhubung satu sama lain secara luas agar komputer-komputer tersebut dapat saling bertukar data, program dan juga informasi.

Tahun 1965

Dua komputer yang berada di MIT Lincoln Lab terhubung satu sama lain dengan menggunakan teknologi packet-switching tecknology oleh Thomas Merrill dan Lawrence G. Roberts lewat media kabel telepon. Hal tersebut juga terjadi atas bantuan yang diberikan oleh ARPA. Pada tahun yang sama, Ted Nelson mengeluarkan istilah “Hypertext“.

Tahun 1968

Tymnet dibuat. Tymnet merupakan jaringan komunikasi data internasional yang beralamat di Cupertino, California. Tymnet mengadaptasi teknologi packet switching virtual call, SNA / SDLC, X.25, BSC dan ASCII untuk dapat menghubungkan komputer (server) di banyak perusahaan besar, agensi pemerintahan dan institusi pendidikan.

Tahun 1971

Bertambahnya jumlah anggota jaringan komputer yang terhubung di bawah jaringan ARPANET menjadi 23 buah komputer. Komputer-komputer tersebut mempunyai fungsi untuk riset yang dimiliki oleh universitas dan juga pemerintah Amerika Serikat.

Tahun 1972

Seorang ilmuwan bernama Vint Cerf atau dalam sejarah internet juga disebut sebagai “Bapak Internet” karena ia merupakan salah satu yang memiliki peranan dalam pencetusan dan pengembangan internet. Ia juga membangun sebuah kelompok kerja bernama International Network Working Group (INWG) untuk membantu meningkatkan teknologi jaringan komputer.

Tahun 1972 — 1974

Semakin banyak layanan yang ingin mendaftarkan diri ke ARPANET dengan memanfaatkan jaringan dial-up. Beberapa layanan tersebut diantaranya seperti SDC Orbit, Dialog, The New York Times DataBank, Lexis, dll.

Tahun 1973

Pada tahun ini, universitas-universitas dari luar Amerika Serikat ikut bergabung ke ARPANET. Beberapa diantaranya yaitu Royal Radar Establishment dari Norwegia dan University College of London dari Inggris. Dan pada tahun inilah nama “Internet” pertama kali muncul.

Tahun 1974

Kali ini Vint Cerf bersama dengan Bob Kahn mengumumkan spesifikasi detail Transmission Control Protocol (TCP) dalam sebuah jurnal yang berjudul “A Protocol for Packet Network Interconnection“. Pada tahun ini juga muncul penyedia layanan internet (ISP) yang pertama yang bernama Telenet. Telenet ini merupakan versi komersial dari ARPANET.

Tahun 1976

Ratu Elizabeth II untuk pertama kalinya mengirimkan email.

Tahun 1977

Pada tahun ini, jaringan komputer yang terhubung ke ARPANET semakin banyak, yakni sudah ada 111 buah komputer. ARPANET semakin berkembang dan semakin banyak digunakan.

Tahun 1978

Protokol TCP dibagi menjadi 2 bagian, yaitu Transmission Control Protocol dan Internet Protocol atau yang disingkat menjadi TCP/IP.

Tahun 1979

Munculnya Usenet, merupakan sebuah grup diskusi yang dikembangkan oleh ilmuwan komputer bernama Tom Truscott dan rekannya Jim Ellis ketika keduanya merupakan mahasiswa pascasarjana di Universitas Duke. Tak lama setelah itu, penggunaan Usenet semakin banyak. Pada tahun yang sama, Kevin McKenzie mengusulkan penggunaan emoticon.

Awal tahun 1980-an

Pada tahun ini, PC atau komputer pribadi sudah banyak dan menjadi bagian dari kehidupan manusia pada tahun tersebut. Tahun ini juga terjadi lonjakan komputer yang terhubung ke ARPANET menjadi 213 buah. Dan layanan BITNET (Because It’s Time Network) mulai menyediakan layanan File Transfer Protocol (FTP), mailing list dan e-mail.

Tahun 1982

Departemen Pertahanan Amerika menjadikan TCP/IP sebagai sebuah standar untuk ARPANET, sehingga internet selanjutnya diartikan sebagai sekumpulan jaringan yang menggunakan TCP/IP sebagai protokolnya. Tahun ini juga name server dikembangkan dan tercatat sudah lebih dari 1000 host yang terhubung ke internet.

Tahun 1983

DNS atau Domain Name System pertama kali diperkenalkan ke publik yang mempunyai peranan untuk dapat menyamakan dan memudahkan sistem pemberian nama alamat yang ada di jaringan komputer. Sehingga dapat dengan mudah diingat. Sehingga dikenalkanlah sistem pemberian nama website seperti nama .com, .net, .info, .org, .id, dll. Hal ini menjadi penemuan yang sangat bermanfaat dalam sejarah internet.

Tahun 1985

Domain symbolics.com didaftarkan. Nama domain tersebut merupakan nama domain pertama, yaitu didaftarkan pada tanggal 15 Maret tahun 1985. Nama domain tersebut milik perusahaan bernama Symbolics Computer Corp. yang beralamat di Massachusetts, Amerika Serikat.

Tahun 1990

Ilmuwan yang bernama Tim Berners-Lee dari European Organization for Nuclear Research mengembangkan HyperText Markup Language (HTML). Teknologi ini sangat berguna dan memiliki dampak yang luar biasa dalam perkembangan dunia internet.

Tahun 1992

Untuk pertama kalinya konten audio dan video tersebar dalam sejarah internet. Dan sejak saat itulah, istilah “berselancar di dunia maya” muncul dan dikenal luas.

Tahun 1993

Pada tahun ini sudah banyak sekali website yang mengudara di internet. Jumlahnya mencapai 600. Dan saat itu pula pemerintah Amerika Serikat (White House) dan Perserikatan Bangsa Bangsa (UN) membangun websitenya masing-masing dan go online.

Tahun ini juga menjadi tahun di mana peramban web (web browser) dibuat dan dikembangkan. Pada saat itu, namanya adalah Mosaic Web Browser yang dikembangkan oleh Marc Andreesen di Universitas Illinois. Tahun ini juga menjadi tahun di mana jumlah komputer yang terhubung berjumlah sekitar 2 juta komputer.

Tahun 1994

Jerry Yang dan David Filo, dua orang mahasiswa teknik elektro di Universitas Stanford mendirikan dan mengembangkan Yahoo!. Sebelum nama Yahoo! dipilih, ternyata nama awalnya adalah “Jerry and David’s Guide to the World Wide Web.” Kemudian pada 1995, perusahaan Yahoo! resmi didirikan.

Tahun 1995

Tahun di mana Craigslist, eBay dan Amazon.com muncul. Selain dari sektor e-commerce, pada tahun ini juga muncul layanan virtual bank dan juga situs dating online seperti Match.com.

Tahun 1996

Terjadi persaingan antara Microsoft dan Netscape di ranah peramban web (Web Browser). Dua pemain besar ini saling beradu untuk mendapatkan banyak pengguna pada produk mereka masing-masing. Produk andalan Microsoft yaitu Internet Explorer sedangkan Netscape produk andalannya yaitu Navigator.

Tahun 1998

Tahun di mana mesin pencari yang paling terkenal dalam sejarah internet hingga saat ini yaitu Google muncul. Sejak saat itu, Google telah mengubah bagaimana pengguna dapat berinteraksi dengan internet.

Tahun 2000

Terjadi serangan denial of service attack (DoS) secara besar-besaran. Serangan tersebut juga menghantam Yahoo! dan eBay, menyoroti adanya kerentanan pada internet.

2003 — 2006

Era sosial media

Tercatat dalam sejarah internet bahwa rentang tahun ini menjadi masa di mana website-website besar bermunculan. Seperti pada 2003, munculnya layanan Skype, Myspace, Safari Web Browser dan WordPress. Pada 2004, Facebook diluncurkan. Hal ini juga menjadi era sosial media dimulai. Tahun yang sama Mozilla Firefox browser diluncurkan.

Pada 2005, YouTube diluncurkan. Tahun yang sama, situs social news Reddit juga diluncurkan. Pada tahun 2006, AOL mengubah model bisnisnya, banyak dari layanan AOL digratiskan. Sehingga perusahaan tersebut hanya mengandalkan iklan untuk mendapatkan keuntungan. Juga pada 2006, Twitter diluncurkan.

Tahun 2009

Internet berusia 40 tahun.

Tahun 2010

Pengguna Facebook mencapai 400 juta pengguna aktif. Tahun yang sama, media sosial Pinterest dan Instagram diluncurkan. Orang-orang semakin banyak menggunakan situs media sosial untuk berinteraksi dan saling sapa dengan kerabat, keluarga dan orang terdekat.

Tahun 2011

Jumlah website yang sudah mengudara di internet sudah semakin banyak, ada sekitar 357 juta website. Terjadinya lonjakan pengguna internet juga salah satunya akibat peranan iPad pada 2010, sehingga pengguna semakin nyaman dalam mengakses internet.

Dan berikut ini merupakan beberapa peristiwa penting dalam sejarah internet yang terjadi pada 2011, diantaranya:

  • LinkedIn sebagai sebagai sosial media bagi para profesional penggunanya mencapai 100 juta.
  • Skype dibeli oleh Microsoft dengan harga yang fantastis senilai 8.5 juta US Dollar.
  • Layanan sosial media miliki Google yaitu Google Plus diluncurkan.

Tahun 2013

51% penduduk dewasa Amerika Serikat menjadi pengguna bank online. Data tersebut berdasarkan hasil survey yang dilakukan oleh Pew Research Center.

Tahun 2015

Instagram, situs sosial media untuk saling berbagi foto, penggunanya mencapai 400 juta. Hal tersebut melampaui Twitter yang hanya memiliki pengguna 316 juta pada pertengahan tahun yang sama.

Sejarah internet di Indonesia & perkembangannya

Sejarah internet pengguna PC semakin banyak

Pada awal tahun 1970 hingga tahun 1980-an, sejarah internet mencatat bahwa populasi atau jumlah komputer di Indonesia sangat sedikit. Dan istilah “internet” baru mulai muncul dan dikenal pada 1990-an. Dahulu, penamaan sebuah jaringan komputer itu diambil berdasarkan siapa yang memakainya atau siapa yang membiayainya. Misal: BITnet, CSnet, NSFnet, dll.

Mulanya, internet hanya digunakan untuk kegiatan atau hal yang bersifat non-komesial, seperti kegiatan hobi. Namun setelah itu, perkembangan internet diprakarsai oleh para mahasiswa, akademis dan ilmuwan yang juga aktif dalam hobi yang berhubungan dengan internet. Dari kegiatan hobi tersebut, infrastruktur internet juga ikut berkembang.

Amatir Radio

Ilustrasi Amatir Radio via Wikipedia
Ilustrasi Amatir Radio via Wikipedia

Banyak orang memiliki minat dan hobi yamg sama, terutama dalam bidang komunikasi, hal tersebut melahirkan komunitas. Terutama komunitas pecinta telekomunikasi. Lalu, komunitas tersebut mengerucut hingga menjadi komunitas orang yang memiliki minat terhadap radio telekomunikasi.

Terbentuklah ORARI (Organisasi Radio Amatir Indonesia). Tidak hanya sebagai pemakai. Kumpulan orang-orang tersebut tidak hanya menggunakan radio sebagai media komunikasi saja, tapi juga mereka mengembangkan kemampuan teknis dalam membuat radio panggil atau alat komunikasi.

Hal tersebut membuat radio amatir menjadi populer pada tahun 1970-an. Anggota komunitas atau penggemar radio amatir semakin banyak dari berbagai tingkatan usia, utamanya dari anak-anak remaja hingga dewasa (15 hingga 30 tahun).

Pada waktu itu pula, telepon sudah umum digunakan sebagai alat untuk komunikasi. Namun, rata-rata orang masih enggan untuk membayar biaya sambungan telepon yang dirasa masih cukup berat bagi mereka saat itu, terutama bagi yang belum memiliki penghasilan tetap.

Maka dari itu, mereka lebih memilih menggunakan radio panggil / CB untuk berkomunikasi tanpa perlu mengkhawatirkan biaya telepon. Lagi pula, biaya untuk mengembangkan radio panggil beserta pemancarnya pun masih dalam tahap yang wajar dan masuk akal bagi mereka, kala itu.

Lalu, pada tahun 1987, anggota senior ORARI bernama Robby Soebiakto memperkenalkan Radio Paket (Packet Radio) dengan cara mengkombinasikan teknologi paket radio dengan komputer, sehingga pengguna komputer dapat mengirimkan data teks lewat gelompang radio. Bermodalkan 2 stasiun radio milik ORARI di Jakarta, mereka mendirikan BBS radio paket amatir.

Komunikasi data semakin berkembang, dari yang tadinya komunikasi satu arah menjadi komunikasi dua arah. Lalu, pada 1990-an, paket radio amatir mulai memanfaatkan teknologi modem telepon. Yang mana hal tersebut membentuk AMPRNet (Amateur Packet Radio Network). AMPRNet inilah yang selanjutnya mengarahkan para anggotanya untuk menggunakan internet.

Dibantu juga dengan komunitas akademisi seperti Computer Network Research Group (CNRG) ITB dan Amateur Radio Club (ARC) ITB dalam mensosialisasikan penggunaan paket radio sebagai alternatif media sambungan internet yang lebih murah dan efisien, apalagi bagi badan atau lembaga pendidikan.

Nah, orang-orang dari berbagai macam komunitas tersebutlah yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan dan sejarah internet di Indonesia.

Mahasiswa Indonesia di luar negeri

Mahasiswa Indonesia di luar negeri dan mailing-list

Perkembangan dan sejarah internet di Indonesia salah satunya dipengaruhi oleh para mahasiswa yang belajar dan kuliah di luar negeri pada tahun 1980-an. Kala itu, salah satu cara yang mudah untuk dapat saling sapa dan komunikasi antar mahasiswa adalah lewat internet. Dan terbentuklah komunitas mahasiswa Indonesia di luar negeri.

Para mahasiswa yang sedang merantau di negeri orang, mereka ingin mengetahui kabar di Indonesia. Lalu, mereka berinisiatif membuat mailing-list khusus untuk mahasiswa Indonesia yang ingin berkomunikasi, berbagi tentang kegiatan mereka masing-masing hingga mengetahui kabar di tanah air.

Salah satu mailing-list yang mereka bentuk pada tahun 1987 adalah Janus Garuda Indonesia (Janus) dengan alamat e-mail [email protected] oleh seorang bernama Eka Ginting yang saat itu masih kuliah di Seattle University, Amerika Serikat.

Seiring berjalannya waktu, mailing-list tersebut tidak hanya membahas kegiatan seputar belajar mereka di kampus, tapi juga melebar ke hal hal yang berbau politik, ras, sara dan agama. Sehingga, mereka terpecah dan membentuk beberapa mailing-list baru.

Dan ketika mereka kembali ke Indonesia, mereka masih tetap membutuhkan koneksi internet untuk tetap terhubung satu sama lain. Akan tetapi, di Indonesia saat itu internet masih sangat jarang dan hanya di beberapa kampus saja yang tersedia seperti UI, ITB dan UGM.

Maka dari itu, mereka melakukan berbagai macam pengembangan terkait dengan internet dengan cara membangun jaringan komunikasi (data). Awalnya hanya di kampus mereka masing-masing, tapi setelah itu mereka coba hubungkan ke kampus lain serta ke beberapa lembaga pemerintah. Hingga pada akhirnya terhubung ke jaringan global yang lebih luas.

Fase awal sejarah internet Indonesia

Sejarah internet beberapa komputer sudah saling terhubung satu sama lain

Internet paling populer di Indonesia bermula pada tahun 1990-an, ketika itu namanya masih dikenal dengan paguyuban network. Dalam masa tumbuh dan kembangnya, beberapa tokoh dengan penuh semangat, gotong royong dan kekeluargaan terus berjuang untuk memajukan internet agar lebih baik lagi.

Sebut saja seperti Onno W. Purbo, Adi Indrayanto, Firman Siregar, Muhammad Ihsan, Robby Soebiakto, Putu Surya, Rahmat M. Samik-Ibrahim dan Suryono Adisoemarta merupakan deretan nama legendaris yang berjuang untuk memajukan internet di Indonesia pada periode tahun 1992 hingga tahun 1994.

Beberapa tokoh tersebut dulu masih menggunakan amatir radio untuk saling berkomunikasi satu sama lain. Awal tahun 1990 ketika Onno W. Purbo masih berada di Kanada menghubungi rekan-rekannya yang berada di Indonesia menggunakan amatir radio. Komunikasi antara Indonesia-Kanada terus berlangsung dengan lancar.

Singkat cerita, setelah beberapa melakukan percobaan dengan gateway, akhirnya komunikasi lewat internet semakin efisien dan cepat. Dan pada era 1997-1998-an, ada sekitar 25 lebih lembaga pendidikan di Indonesia saling terhubung satu sama lain.

Waktu berlalu, semakin banyak dan besar lagi jaringan yang terhubung. Di bawahi oleh DIKMENJUR ([email protected]). Dan pada 2006, ada sekitar 4000 sekolah di Indonesia yang sudah terhubung ke internet. Sebagian besar merupakan SMK.

Penyedia internet di Indonesia era 1994

Ilustrasi penyedia layanan internet

Internet Service Provider (ISP) atau penyedia internet yang pertama kali ada di Indonesia itu adalah Ipteknet, yang secara resmi berdiri dan mulai beroperasi pada awal tahun 1994. Pada tahun yang sama, muncul pula PT. IndoInternet atau IndoNet yang dikomandoi secara paruh waktu oleh Sanjaya.

IndoNet ialah penyedia internet komersial pertama di Indonesia yang mendapat lisensi dari PT. Lintas Arta. Waktu itu, mereka belum begitu paham tentang bisnis internet di Indonesia. Mengingat masih sedikit dan terbatasnya pengguna. Untuk dapat terhubung ke internet, waktu itu memakai dial-up oleh IndoNet.

Jaringan IntraNet awal

Ilustrasi Jaringan IntraNet awal

Adanya jaringan IntraNet yang berada di universitas-universitas adalah salah satu kunci berkembangnya internet di Indonesia. Namun sebelum ada sambungan ke internet, banyak lembaga pemerintah dan lembaga pendidikan hanya mengandalkan Local Area Network atau jaringan komputer pada lingkungan terbatas.

Lalu, orang-orang yang berada di kalangan universitas beserta para pemegang saham berinisiatif untuk terus mengembangkan segala hal yang berhubungan dengan radio dan teknologi komputer. Dari yang awalnya hanya sekadar hobi lalu dialihfungsikan menjadi sebuah media telekomunikasi yang dapat memudahkan pertukaran informasi dan data.

Lebih lanjut lagi, pertukaran informasi dan data tersebut tidak hanya terjadi di lingkungan lembaga atau kampusnya saja, akan tetapi mereka berkeinginan untuk mengembangkan suatu network atau jaringan yang dapat menghubungkan antar kampus, antar negara bahkan antar benua.

Untuk dapat mewujudkan mimpi tersebut, mereka mulai melakukan penelitian di berbagai lembaga pemerintah dan lemaga pendidikan yang ada kaitannya dengan telekomunikasi dan teknologi, khususnya pada bidang jaringan dan komputer.

Impian tersebut semakin menemui titik terang, karena adanya rekan-rekan mereka yang baru saja selesai dari studi atau penelitian mereka dari luar negeri. Yang mana, teknologi dan jaringan komputer di sana sudah lebih dahulu berkembang dibanding Indonesia.

Jaringan pendidikan AI3 Indonesia

Jaringan pendidikan AI3 Indonesia

Dulu, jika ingin terhubung ke internet, itu masih sangat terbatas dan sulit. Karena hanya tempat-tempat tertentu saja. Dan medianya pun menggunakan saluran telepon, seperti di Universitas Indonesia. Belum lagi biaya yang tidak murah, karena dihitung sambungan pulsa interlokal. Apalagi jika dilakukan pada waktu siang.

Pada era 1995-1996, para akademisi ITB yang berada dalam komunikasi CNRG (Computer Network Research Group) berupaya untuk mengembangkan jaringan internet dengan memakai Radio paket. Dan benar saja, mereka berhasil menyambungkan ke IptekNet.

Lalu, BPPT lewat Lapan, koneksi tersebut dinaikkan menjadi sambungan menggunakan Leased Line 14.4Kbps melalui RISTI Telkom Bandung. Hal tersebut adalah bagian dari kesepakatan DRN (Dewan Riset Nasional) yang dikomandoi oleh Samaun Samadikun.

Lalu pada 1996, WIDE Project yang berasal dari Jepang mengajukan penawaran kepada beberapa lembaga pendidikan di negara-negara Asia untuk berasosiasi dengan AI3 (Asian Internet Interconnection Initiative), merupakan sebuah rintisan yang memiliki misi untuk memajukan teknologi internet di wilayah Asia-Pasifik. Proyek WIDE ini berkolaborasi dengan perusahaan satelit JCSat Jepang.

Beberapa institusi pendidikan dari Indonesia sangat antusias mendengar hal tersebut, terutama BPPT, ITS dan UI. Karena dengan adanya hal tersebut, dapat membantu mengembangkan infrastruktur internet di Indonesia menjadi lebih baik lagi.

Tak terkecuali dengan ITB. Berulang kali Onno W. Purbo mengirimkan email penawaran kepada pihak WIDE. Namun, Suguru Yamaguchi selaku pihak WIDE masih mempertimbangkan akan hal tersebut. Berhari-hari proposal pengajuan disiapkan, yang berisi argumentasi dan jawaban yang nantinya akan dikirimkan ke pihak AI3.

Proses seleksi dilakukan dengan menyelenggarakan korespondensi serta seminar, acara tersebut dihelat di Singapura. ITB mengirimkan Soegiardjo Soegidjoko dan Onno W. Purbo sebagai perwakilan untuk presentasi dan membuktikan bahwa ITB sudah memiliki rekam jejak dalam pengembangan internet saat itu. Hingga akhirnya ITB terpilih.

Atas angin segar tersebut, ITB langsung menghubungkan jaringan AI3 ke beberapa instansi perguruan tinggi di Indonesia, dalam rangka mewujudkan jaringan antar universitas yang ada di Indonesia agar bisa saling terhubung satu sama lain untuk bertukar data dan informasi.

JIS dan WAN KOTA

Tahun 2000-an, mailing-list masih sering digunakan untuk bertukar kabar dan informasi. Begitu pula dengan SMK-SMK di Indonesia, milist ([email protected]) digunakan sebagai wadah untuk saling berbagi pengetahuan sesama guru. Untuk itu, mereka mengembangkan JIS (Jaringan Informasi Sekolah).

Tahun 2004-an, sejumlah SMK-SMK mengembangkan ISP kecil (penyedia internet) yang diberi nama WAN KOTA. Tujuannya untuk memfasilitasi beberapa instansi-instansi pendidikan yang berada di kota tertentu untuk dapat terhubung ke internet dengan biaya yang terjangkau. Proyek ini berlangsung di sekitar 30-an kota di Indonesia. Salah satu yang berhasil baik adalah di SMK Jayawisata, Kalimalang (WAN DKI).

2004 juga menjadi tahun di mana mengadakan program Internet Goes to School atau yang disingkat IG2S yang digagas oleh Telkom dengan mengadakan berbagai seminar internet secara gratis di beberapa kota di Indonesia yang melibatkan ratusan ribu pelajar, mahasiswa serta guru untuk melek internet.

Tahun 2005, SMK-SMK di Indonesia mengembangkan ICT Center sebagai sarana untuk digunakan pelatihan IT bagi pelaku pendidikan, serta terbuka juga untuk masyarakat umum. Dan untuk kedua kalinya SMK Jayawisata menjadi contoh ICT Center terbaik di Indonesia.

Jejaring Pendidikan Nasional

Lewat Biro Perencanaan yang dikomandoi oleh Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto atas Kerjasama Luar Negeri pada tahun 2006, Departemen Pendidikan Nasional membuat sistem jaringan berskala nasional yang diberi nama JARDIKNAS (Jejaring Pendidikan Nasional).

Dan hingga 1 April 2007, jejaring tersebut sudah menghubungkan 454 titik, yang terdiri dari 1 LPMP, 2 PPPG, 3 unit Depdiknas Pusat, 5 BPPLSP, 20 Perguruan Tinggi, 33 Kantor Dinas Pendidikan Provinsi dan 390 Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten.

Seluruh lembaga tersebut terhubung memanfaatkan teknologi jaringan MPLS milik PT. Telkom. Selain menghubungkan berbagai lembaga-lembaga di Indonesia, Jardiknas juga menghubungkannya ke link internasional sebesar 50 Mbps dan link ke OpenIX sebesar 100 Mbps.

Warung Internet (WarNet)

Yang jelas tidak diketahui siapa yang pertama kali memulai menyediakan layanan “Warung Internet” ini di Indonesia. Tapi bisa terlihat pada tahun aktifnya itu sekitar 1996-1998-an. Beberapa tokoh dalam perkembangan WarNet ini sebut saja salah satunya adalah Wasantara dari PT POS Indonesia.

Pada 1997-1998, awalnya para pioner yang memiliki beberapa komputer yang terhubung ke internet di ruang kontrakannya, mereka menyewakan komputernya tersebut kepada orang-orang. Baru kemudian dikenal dengan istilah WarNet (Warung Internet atau WarIn). Tapi akhirnya, sebutan WarNet-lah yang digunakan masyarakat.

Sampai akhirnya, pada 25 Mei 2000, dibentuklah Asosiasi Warnet Indonesia lewat pertemuan dan mupakat yang digelar di kantor DikMenJur. Asosiasi Warnet Indonesia disingkat menjadi AWARI yang diketuai oleh Rudi Rusdiah. Namun, dinilai kurang transparan oleh para aktivis, pada 2001 ketuanya diganti menjadi Judith M.S., Michael Sunggiardi, dan Abdullah Koro.

Ketua umum yang lama yaitu Rudi Rusdiah mendirikan organisasi baru yang bernama Asosiasi Pengusaha Warnet Komunitas Telematika (APWKomiTel atau APW) bersama Abdullah Koro, Dr Naswil Idris, Hani Sumakul dan Adlinsyah. APW bersifat komersial, bisnis warnet dan pengusaha, sedangkan AWARI hanya komunitas warnet saja.

Era media online

Pada tahun 1998, media yang berisi berita menjadi komoditas yang banyak dibutuhkan dan dicari oleh masyarakat. Ditengah tingginya kebutuhan akan media berita, di situlah salah satu media yang terkenal detikcom muncul menjawab permintaan tersebut.

Dengan gebrakan dan inovasinya, detikcom memiliki karakter yang tidak lagi mengikuti gaya main media konvensional yang dicetak harian, mingguan atau bulanan. Akan tetapi, detikcom menyuguhkan berita terbaru (breaking news). Hal pembeda tersebut menjadikan detikcom tumbuh dengan cepat sebagai media informasi yang populer di Indonesia.

Pencapaian tersebut tentu tidak akan terwujud jika detikcom tidak digarap secara serius oleh para pengurusnya. Selain itu, detikcom juga didukung oleh banyak talenta di dalamnya, karena banyak dari petingginya merupakan orang media seperti:

  • Budiono Darsono (eks wartawan DeTik)
  • Didi Nugraha
  • Yayan Sopyan (eks wartawan DeTik)
  • Abdul Rahman (mantan wartawan Tempo)

Pertama kali bisa diakses 30 Mei 1998, namun baru pada 9 Juli 1998 menghadirkan sajian lengkap. Maka, ditetapkanlah 9 Juli 1998 detikcom resmi berdiri. Pada awal perjalanannya, rubrik yang disediakan terpaku pada teknologi informasi, ekonomi serta berita politik. Setelah itu, baru muncul rubrik baru seputar olahraga dan hiburan.

Selain detikcom, ada pula media lainnya seperti Kompas, Republika, Media Indonesia dan Suara Pembaruan.

Sekolah 2000

Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) membentuk sebuah program yang bertujuan untuk mengenalkan internet kepada para pelajar, para pengajar serta seluruh jajaran pendidikan di Indonesia mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA (SMK, SMU dan Madrasah).

Sebuah program yang dipimpin oleh Heru Nugroho sejak dari tahun 1999. Kegiatan tersebut sangat berperan dalam proses pegembangan internet di Indonesia. Beberap dari kegiatan tersebut diantaranya ialah e-Student Camp dan Sumpah Internet Pemuda.

Program Sekolah2000 ini memiliki situs resmi yang beralamat di Sekolah2000.or.id. Situs resmi tersebut banyak berisi berbagai informasi seputar kegiatan, link, artikel, tutorial yang sangat bermanfaat untuk dunia pendidikan.

Blog dan komunitas blogger

Blog dan komunitas blogger

Di Indonesia, kegiatan nge-blog mulai populer pada sekitar tahun 2003. Karena hal tersebut ditandai dengan adanya komunitas blogger. Salah satu tokoh yang paling terkenal adalah Enda Nasution. Ia juga dikenal dengan “Bapak Blogger Indonesia”. Situs blognya adalah enda.goblogmedia.com. Ada pula direktori blog-blog Indonesia di blogindonesia.wordpress.com.

Walaupun jumlahnya tidak sebanyak komunitas mailing-list, tapi seiring dengan waktu, jumlahnya semakin bertambah. Komunitas blogger yang terkenal beberapa diantaranya ialah Bandung Blog Village, Blogbus, Blogstation (Blogger Depok), Komunitas Blogger Malang, Komunitas Blogger Jogja, Bloggerfamily, dll.

Terbentuknya Groups.or.id

Grup atau komunitas ini memiliki gagasan untuk dapat memfasilitasi talenta-talenta lokal lewat teknologi informasi. Upaya nyatanya yaitu dengan membangun mailing-list server. Dengan adanya hal tersebut diharapkan dapat memajukan Indonesia lewat teknologi informasi dan juga membantu mengurangi akan kebutuhan bandwidth Internasional.

Adanya kegiatan ini bukan merupakan inisiatif personal atau perorangan, akan tetapi merupakan inisiatif dari Komunitas Open Source Indonesia. Dan berikut ini merupakan perkembangan Mailing-list Indonesia dari tahun ke tahun:

  • 6 September 2003. Onno W Purbo mengajak para aktivis internet di Indonesia bahwa boss IDRC Bellanet, Richard Fuchs ingin bertemu dengan komunitas Open Source Indonesia.
  • 3 Oktober 2003. Munculnya gagasan untuk membuat mailing-list lokal Indonesia. Dapat menyerap SDM lokal dan membantu menghemat bandwidth ke luar negeri.
  • 4 Oktober 2003. Richard Fuchs bertemu dengan beberapa orang tokoh internet Indonesia.
  • 14 Oktober 2003. Gagasan oleh Irwin Day untuk membeli komputer server HP KAYAK P3-600 dengan cara patungan. Pada saat itu harganya Rp 1.695.000;
  • 15 Oktober 2003. Komputer server dibeli lewat internet dari website FastnCheap.com.
  • 20 Oktober 2003. Komputer sever tiba di Jakarta.
  • 22 Oktober 2003. Server tersebut diperiksa kelengkapan dan diinstall sistem operasi di SMK Jaya Wisata II. Sistem operasi yang digunakan pada saat itu adalah Debian 3.
  • 23 Oktober 2003. Perkembangan server didukung oleh CBN. Hal tersebut dinyatakan langsung oleh Manager Marketingnya. CBN mengalokasikan bandwidth untuk lokal 128 kbps dan untuk internasional 64 kbps.
  • 24 Oktober 2003. Donny B.U. sedikit kebingungan mengatur jadwal sana sini. Karena banyak jadwal yang berbenturan.
  • 27 Oktober 2003. Server sudah berada di CBN untuk di colocation-kan.
  • 31 Oktober 2003. Server mailing-list Groups.or.id telah berdiri dan masih dalam tahap penyempurnaan.

Namun tak berselang lama, pada akhir tahun 2004, jumlah mailing-list membludak mencapai lebih dari 6000. Sayangnya, server HP Kayak P3 kesulitan untuk menangani beban tugas yang diberikan. Banyak email yang pending. Akhirnya hardisk-nya mengalami crash dan gagal menyelamatkan data.

Pada 2006, mailing-list groups.or.id kembali lagi bisa beroperasi. Hal tersebut karena didukung oleh server yang memiliki daya dan kapasitas yang lebih baik. Layanan kembali dapat digunakan. Setelah melewati serangkaian uji coba, akhirnya bisa digunakan oleh umum. Mailing-list yang pertama diuji coba adalah [email protected] anggotanya 5000 orang.

***

Sejarah internet benar-benar berkembang saat ini yang dibuktikan dengan adanya milyaran situs internet. Di tahun inilah mulai ada bisnis digital dan berbagai macam tren yang terus berkembang hingga saat ini.

Dan hingga kini, sejarah internet masih terus saja berkembang. Apalagi dengan adanya sosial media yang membuat kamu tidak bisa lepas dengan akses internet sehari pun. Iya, kan? Ayo ngaku.

Dari situ, maka secara otomatis muncul berbagai jenis peluang usaha baru. Saat inilah masa di mana kita memiliki kesempatan untuk bisa mendapatkan penghasilan dari internet, baik itu untuk tambahan atau bahkan dijadikan penghasilan utama tanpa perlu banyak menghabiskan banyak waktu di jalan.

Dengan mengetahui sejarah internet yang sudah dijelaskan tadi, kamu sebagai penggunanya diharapkan lebih bijak dan cerdas dalam menggunakan internet. Akan sangat sia-sia bukan usaha para ilmuwan dulu jika saat ini kamu hanya menggunakan internet untuk hal yang kurang bermanfaat dan merugikan orang lain? 🙂