Penjelasan singkat rantai makanan beserta contoh

Ketika belajar Ilmu Pengetahuan Alam rasanya tidak mungkin meninggalkan pembahasan mengenai rantai makanan.

Rantai makanan memang menjadi salah satu istilah yang sudah cukup sering didengar.

Namun masih belum semua orang tahu dan paham dengan apa itu rantai makanan dan mengapa ia menjadi salah satu pembahasan yang tidak pernah ditinggalkan ketika sedang belajar mengenai Ilmu Pengetahuan Alam.

Pengertian rantai makanan

Pengertian rantai makanan - Contoh bagan rantai makanan

Secara sederhana, rantai makanan merupakan serangkaian proses dalam makan dan dimakan antara makhluk hidup yang ada di dunia ini.

Rantai makanan biasanya sudah memiliki urutannya masing-masing, di mana akan ada yang berperan sebagai, konsumen, produsen, hingga dekomposer (pengurai) untuk kelangsungan hidup mereka masing-masing.

Terdengar sedikit seram dan menakutkan memang, namun hal ini merupakan hal yang sangat alamiah terjadi dilakukan.

Karena hanya dengan cara inilah satu makhluk hidup bisa mempertahankan hidup mereka, atau harus mati ketika tak lagi bisa mempertahankan rantai makanan tersebut.

Ketika sudah mempertahankan rantai makanan pun, pada akhirnya tetap harus ada yang mati juga.

Hal menarik lainnya, proses rantai makanan alias makan dan dimakan ini juga akan terus menerus dilakukan, selama masih ada makhluk hidup dalam rangkaian tersebut.

Dalam sebuah ekosistem, memang sudah dapat dipastikan bahwa akan selalu ada proses ini, dan seperti yang sudah disebutkan tadi, akan ada peran masing-masing untuk mereka.

Dan peran-peran tersebut ialah:

1. Produsen

Rantai makanan - ilustrasi gambar alga tumbuhan hijau atau lumut

Gambar tanaman hijau, lumut atau alga via Pixabay.com @ oranfireblade

Seperti yang kamu ketahui, produsen merupakan orang atau makhluk yang tugasnya memproduksi sesuatu, dan dalam rantai makanan ini memproduksi makanan sendiri.

Itu artinya, produsen tidak akan memakan makhluk lain. Namun, ia lah yang pada akhirnya akan menjadi makanan bagi makhluk lain.

Salah satu kelebihan yang dimiliki oleh produsen ini ialah ia bisa membuat zat-zat organik dari zat anorganik.

Biasanya, makhluk dengan peran  produsen ini akan membuat makanannya dengan cara fotosintesis.

Contohnya ialah berupa alga, tumbuhan hijau dan juga lumut.

2. Konsumen

Rantai makanan - contoh bagan hewan konsumen

Jika produsen bisa membuat makanannya sendiri, maka rantai makanan konsumen merupakan makhluk yang hidupnya bergantung dengan makhluk hidup lain di sekitar mereka.

Hal ini tentu saja dikarenakan mereka memang tidak bisa membuat makanan untuk diri mereka sendiri.

Oleh karena itu, demi bisa terus hidup maka mau tidak mau ia harus memangsa atau bergantung dengan makhluk hidup lainnya.

Dalam sebuah ekosistem, biasanya makhluk yang berperan sebagai konsumen ini ialah hewan. Ternyata, konsumen dalam rantai makanan juga memiliki beberapa tingkatan, yaitu

a. Konsumen primer atau pertama

Tikus sebagai hewan konsumen primer di dalam rantai makanan

via Pixabay.com @ Alexas_Fotos

Biasanya, kamu akan mengenal konsumen yang satu ini dengan sebutan herbivora.

Ya, konsumen pertama ini merupakan pemakan langsung produsen atau bisa juga tumbuhan yang ada diantara mereka.

Beberapa contoh untuk konsumen pertama ini ialah tikus, kelinci, sapi, kerbau dan lain sebagainya.

b. Konsumen Sekunder

Ular sebagai hewan konsumen sekunder di dalam rantai makanan

via Pixabay.com @ SeppH

Selanjutnya, kamu akan mengenal konsumen sekunder, di mana konsumen ini merupakan konsumen yang akan memakan konsumen pertama tadi.

Atau kamu juga biasanya menyebut mereka dengan nama karnivora, alias hewan-hewan yang memakan daging di kesehariannya.

c. Konsumen Tersier

Elang sebagai hewan konsumen tersier di dalam rantai makanan

via Pixabay.com @ Seaq68

Lalu, dalam rantai makanan kamu juga akan mengenal konsumen kedua alias konsumen tersier.

Dan seterusnya hingga anda menemukan konsumen terakhir jika memang ingin mengurutkannya hingga habis hingga dinamai dengan konsumen puncak.

Biasanya, konsumen puncak ini merupakan makhluk atau hewan yang sudah memakan hewan lainnya.

Contoh yang paling sering ditemui ialah buaya, singa dan juga elang.

3. Dekomposer alias Pengurai

Pengurai sebagai organisme terakhir di dalam rantai makanan

via Pixabay.com @ gaxran

Tak hanya produsen dan konsumen, dalam rantai makanan kamu juga akan menemui pengurai atau bisa juga disebut dengan dekomposer.

Pengurai ialah organisme terakhir yang ada pada rantai makanan.

Hal ini dikarenakan pengurai memiliki kemampuan yang bisa mengubah zat organik menjadi zat tidak organik.

Nantinya, pengurai ini akan  menguraikan bangkai atau bisa juga tumbuhan yang sudah mati dan kemudian mengembalikan lagi nutrisinya ke dalam tanah.

Hingga pada akhirnya akan digunakan untuk berfotosintesis oleh tanaman yang ada di sekitarnya, setelah itu, maka siklus rantai makanan akan dimulai lagi dari awal.

Beberapa contoh pengurai yang paling sering disebutkan ialah bakteri dan juga jamur pengurai.

Kedua makhluk ini memang di kehidupan sehari-hari manusia dianggap tidak terlalu penting.

Namun jika sudah memahami lebih jauh tentang rantai makanan ini, barulah dipahami tentang bagaimana pentingnya ia dalam sebuah ekosistem.

Ketika sudah cukup jauh membahas mengenai rantai makanan, mungkin masih sedikit orang yang menyadari bahwa rantai makanan sebenarnya bagian dari jaring-jaring makanan.

Lalu, apa sebenarnya jaring-jaring makanan itu?

Ilustrasi jaring jaring makanan

Jaring-jaring makanan sendiri merupakan gabungan dari rantai-rantai makanan yang saling berhubungan, di mana digabung atau dikombinasikan yang juga tumpang tindih dalam sebuah ekosistem.

Bagi kamu yang belum mengetahuinya, sebenarnya ada tiga jenis atau tipe rantai makanan.

Untuk lebih mengetahuinya, langsung saja simak ketiga tipe rantai makanan tersebut.

1. Rantai perumput

Tipe pertama dari rantai makanan ini merupakan tipe yang di mana mata rantainya berasal dari tumbuhan atau produsen.

Maka jika diurutkan, maka tumbuhan akan berada pada tingkat I dan kemudian hewan herbivora akan berada pada tingkat II, kemudian dilanjutkan oleh karnivora yang ada pada tingkat III, dan seterusnya.

Contoh yang paling mudah ialah rumput, tikus, disusul dengan ular dan kemudian elang.

2. Rantai parasit

Sedangkan tipe kedua dari rantai makanan ini merupakan salah satu tipe yang cukup unik dan awalnya akan sulit untuk dipercaya, di mana sebuah organisme yang kecil akan memakan memakan organisme yang besar.

Contohnya ialah dimulai dari kerbau lalu kutu, disusul dengan burung jalak dan kemudian elang.

3. Rantai detritus

Dan yang terakhir ialah tipe rantai detritus, di mana mata rantainya akan dimulai dari organisme pengurai, yang biasanya berada dalam posisi terakhir.

Hancuran atau remahan dari bahan yang sudah terurai sebelumnya akan dimakan oleh rayap, cacing dan lain sebagainya.

Contoh yang paling mudah ialah sampah kayu dimakan oleh rayap, kemudian rayap dimakan oleh ayam dan ayam pada akhirnya dimakan oleh ular.

Contoh rantai makanan

Nah, untuk mempermudah pemahaman kamu tentang rantai makanan ini, ada baiknya langsung menyimak beberapa contohnya berikut ini:

1. Contoh rantai makanan yang ada di darat

Contoh bagan rantai makanan di darat

Contohnya terjadi pada padi – tikus – ular – elang – pengurai.

Padi yang merupakan produsen makanan untuk makhluk atau organisme lain, di mana padi ini akan menjadi biji beras.

Tikus, yakni memiliki peran konsumen primer dan nantinya akan memakan tumbuhan atau disebut dengan herbivora.

Tikus harus memakan padi agar bisa tetap hidup.

Ular, berperan sebagai konsumen sekunder dan merupakan karnivora karena memakan hewan lainnya.

Ular harus memakan tikus untuk menjadi sumber energi.

Elang, berperan sebagai konsumen puncak. Ia harus memakan ular.

Pengurai, di sini berperan sebagai pengurai elang agar nutrisi yang ada pada elang dapat diserap lagi oleh tanah.

2. Contoh rantai makanan yang ada di air

Contoh bagan rantai makanan di air

Contohnya terjadi pada Phytoplankton – ikan kecil – ikan sedang – hiu – pengurai.

Phytoplankton, berperan menjadi produsen karena ia membentuk cadangan makanan dari proses fotosintesis dan cadangan makanannya biasa disebut dengan amylum.

Ikan kecil, berperan menjadi konsumen primer, dikarenakan ikan ini harus menyantap Phytoplankton.

Anjing Laut, berperan menjadi konsumen sekunder di mana ia memakan ikan kecil untuk menjadikannya energi demi bisa hidup.

Hiu, berperan menjadi konsumen puncak dan memakan anjing laut untuk bisa tetap hidup.

Pengurai, berperan untuk mengurai hiu ketika ia akhirnya mati, dan nutrisi dari hiu bisa diserap lagi oleh tanah.