Menarik! Inilah pakaian adat Bali yang unik

PAKAIAN ADAT BALI – Indonesia merupakan satu negara dengan jumlah pulau terbanyak di dunia. Lebih dari 17 ribu pulau tergabung dalam negara agraris ini.

Nah dari sekian banyak pulau yang ada di Indonesia, Bali merupakan salah satu yang paling terkenal bahkan hingga mancanegara.

Kepopuleran pulau dewata ini tak lain karena kebudayaan yang terdapat dalam pulau ini begitu beragam dan masih begitu kental.

Seperti halnya rumah adat Bali yang masih dengan mudah kamu jumpai saat berkunjung ke pulau seribu pura ini.

Selain itu, pakaian adat Bali juga masih cukup mudah dijumpai dari masyarakat aslinya.

Ya, meskipun pakaian adat Bali ini sudah tidak banyak dikenakan untuk kegiatan sehari-hari, akan tetapi pada acara-acara tertentu kamu bisa dengan mudah menjumpai warga Bali asli mengenakan pakaian adatnya.

Sebagai warga luar Bali, mungkin banyak diantara kamu yang penasaran dengan pakaian adat Bali.

Apa nama pakaian adatnya, apa saja yang dikenakan, apa perbedaan pakaian pria dan wanita serta masih banyak hal lainnya.

Jika benar demikian, yuk simak ulasan berikut dan temukan jawabannya.

Pakaian adat Bali

Pakaian adat bali pria

Via Pixabay.com

Seperti yang sudah dijelaskan sekilas di atas, di mana pakaian adat Bali memang sudah tidak begitu mudah untuk dijumpai pada masyarakat yang sedang melakukan rutinitas sehari-hari.

Akan tetapi, jika kamu beralih ke sebuah galeri atau tempat pertunjukan seni khas Bali, jajaran warga yang mengenakan pakaian adat Bali ini akan dengan mudahnya kamu temui.

Tak hanya itu, pakaian adat Bali juga umumnya digunakan pada saat sembahyang oleh para pemeluk agama Hindu.

Tidak ada nama khusus untuk pakaian adat Bali, oleh sebab itu banyak warga luar yang mempertanyakan terkait hal ini.

Jika ditanya hal tersebut, umumnya warga Bali asli akan menyebutkan nama-nama pakaian yang dikenakan serta aksesoris yang dikenakan.

Apa sajakah pakaian dan aksesoris yang digunakan sebagai pakaian adat Bali? Berikut beberapa diantaranya.

1. Pakaian adat bali untuk pria

Sama seperti daerah lain, pakaian adat Bali untuk pria pun terdiri dari beberapa macam pakaian dan aksesoris, seperti ikat kepala, kampuh, kamen, dan selendang pengikat.

Dan berikut penjelasan untuk masing-masing pakaian dan aksesoris tersebut.

a. Ikat kepala (Udeng)

Satu aksesoris wajib yang harus dikenakan oleh pria Bali yaitu ikat kepala atau yang dalam bahasa daerahnya sering disebut dengan Udeng.

Pakaian adat bali pria ikat kepala bernama udeng

Pixabay.com @ kolibri5

Udeng sendiri merupakan penutup kepala yang terbuat dari kain. Pemakaian udeng ini biasanya pada saat beribadah dan beraktifitas sehari-hari.

Hanya saja, untuk setiap acara umumnya udeng yang digunakan pun akan berbeda. Seperti udeng putih yang akan digunakan untuk beribadah atau melakukan kegiatan keagamaan lain.

Kemudian untuk aktiftas sehari-hari, umumnya udeng yang digunakan adalah udeng dengan motif batik.

Bentuknya sendiri cukup unik, yaitu dengan adanya simpul pada bagian tengah depan yang menyimbolkan bahwa pemakai harus bisa berpikir jernih serta memusatkan pikiran ketika beribadah.

b. Baju

Atasan atau baju yang dikenakan pada perlengkapan wajib pakaian adat Bali merupakan pakaian tertutup dengan model garis menyerupai baju safari.

Pakaian adat bali pria baju

Via Pixabay.com @ arnoldus

Meskipun begitu, pada konsep dasarnya baju yang dikenakan oleh seorang pria Bali tidak memiliki aturan tertentu, yang penting harus sopan, bersih dan rapi.

Untuk pakaian sehari-hari, umumnya warna putih. Sebab warna ini selain memberikan kesan bersih dan rapi juga memberikan makna suci dan sangat sesuai untuk dikenakan saat beribadah.

c. Kamen

Jika umumnya seorang pria mengenakan celana sebagai bawahan, namun tidak pada pakaian adat Bali ini.

Di mana pria tidak akan mengenakan celana sebagai bawahan, dan sebagai gantinya pria-pria Bali ini akan mengenakan kain sepanjang 2 meter dan lebar 1 meter yang diikat menjadi rapih (semacam rok pasang copot).

Pakaian adat bali pria bawahan namanya kamen

Pixabay.com

Cara penggunaannya sendiri cukup mudah, yaitu dengan melingkarkan kain di pinggang, kemudian tarik dari arah kiri ke kanan.

Penarikan ini pun harus betul, sebab setiap langkah pemakaian memang memiliki makna tersendiri.

Seperti ikatan yang melambangkan Darma, kemudian pemakaian yang bagian tepi bahwa harus sejengkal dari telapak kaki pengguna dan diikuti dengan ujung yang lancip menghadap ke bawah hingga menyentuh tanah.

Hal tersebut bertujuan untuk melambangkan bentuk penghormatan terhadap ibu pertiwi.

d. Kampuh (Saput)

Pakaian adat bali pria kampuh saput

Via Tokopedia.com

Setelah mengenakan kamen sebagai penutup tubuh bagian bawah, kamu juga masih harus mengenakan satu kain lagi yang disebut dengan kampuh atau saput.

Pemakaiannya sendiri cukup mudah, yaitu dengan diikatkan pada pinggang secara melingkar berlawanan dengan arah jarum jam.

Lalu bagaimana dengan wujud kampuh ini? Kampuh atau saput merupakan kain yang memiliki desain klasik sehingga jauh lebih sering digunakan saat beribadah dan acara keagamaan lain.

Kemudian untuk tujuan penggunaan kampuh ini adalah untuk menutupi lekuk tubuh dan aurat pemakainya.

e. Selendang pengikat (umpal)

Selendang pengikat di sini digunakan untuk menguatkan kamen dan saput. Di mana selendang yang lebih sering disebut dengan umpal ini memiliki warna kuning dengan ikatan yang digunakan adalah ikatan sampul yang terletak pada sebelah kanan.

Cara mengikatnya yaitu dengan mengandung yang artinya bahwa pria Bali harus bisa mengendalikan semua hal negatif yang mungkin terjadi di segala aktivitas.

Pada beberapa acara besar atau acara-acara tertentu, pakaian adat Bali juga sering kali dilengkapi dengan baju kemeja, jas, keris dan alas kaki.

2. Pakaian adat Bali untuk wanita

Pakaian adat Bali untuk wanita

Via Pixabay.com @ evaychen

Layaknya pakaian adat Bali untuk pria yang kaya akan nilai-nilai filosofis keagamaan, pakaian Bali untuk wanita pun memiliki nilai-nilai serupa.

Yaitu antara lain terdiri dari beberapa item pakaian seperti kebaya, kamen, selendang atau senteng, sanggul, bulang pasang, dan bunga yang digunakan untuk menghias rambut.

a. Kebaya

Ciri khas dari kebaya yang digunakan oleh wanita Bali yaitu memiliki warna cerah dan motif sederhana.

Pakaian adat Bali untuk wanita yaitu kebaya

Via Wikipedia

Kebaya yang memiliki ciri demikian memiliki arti untuk memperlihatkan sisi anggun dan kecantikan wanita Bali.

Terlebih lagi untuk kebaya yang digunakan sebagai pakaian beribadah, maka harus rapi, sopan, dan bersih.

b. Kamen

Sebagai penutup tubuh bagian bawah, wanita Bali akan menggunakan kamen, yaitu pakaian adat Bali yang berupa kain dan berfungsi menutupi tubuh bagian bawah hingga batas 1 telapak dari lutut.

Pakaian adat Bali kamen untuk wanita

Via Bukalapak

Batasan ini dibuat tak lain dengan tujuan agar wanita lebih leluasa bergerak namun tetap nampak anggun dan sopan.

c. Selendang (senteng)

Umumnya, setiap wanita Bali akan menggunakan selendang yang cara pemakaiannya yang disampirkan di bahu.

Pakaian adat Bali selendang wanita

Via Bukalapak

Pemakaian selendang atau senteng ini bermakna jika wanita Bali harus ingat terhadap ajaran Darma serta sikap mendidik putra putrinya kelak supaya patuh dan taat pada kedua orang tuanya.

d. Bulang Pasang

Sebagai penguat kain kamen, wanita Bali akan menggunakan Bulung Pasang. Yaitu kain berwarna kuning yang cara pemakaiannya diikatkan di pinggang.

Pemakaian Bulung Pasang sendiri memiliki makna supaya wanita Bali mampu menjaga rahim serta mengendalikan tingkah lakuknya dari segala hal yang buruk.

e. Sanggul

Sebenarnya untuk penggunaan atau penataan sanggul pada wanita Bali ada 3 jenis, yaiu pusung gonjer, pusung kekupu, dan pusung tagel.

Pakaian adat Bali - sanggul

Flickr @ velbaqiku

Pusung gonjer diperuntukkan bagi wanita lajang, pusung kekupu diperuntukkan bagi wanita dengan status janda dan pusung tagel untuk wanita yang sudah menikah.

f. Bunga

Sebagai aksesoris rambut, hiasan bunga dijadikan sebagai pemanis tatanan rambut wanita Bali. Bunga yang dipilih sendiri umumnya adalah bunga cempaka putih, cempaka kuning atau bunga kamboja.

Menarik bukan? Untuk melihat langsung bagaimana pemakaian pakaian adat Bali kamu bisa datang langsung ke pulau Dewata Bali.