“Lupa password” salah satu inspirasi dari terbentuknya WhatsApp

Pendiri WhatsApp, Jam Koum, mengaku bahwa dirinya sering sekali lupa password ketika akan login ke suatu layanan. Misalnya ketika ia akan login ke akun Skype miliknya, ia sampai mencoba beberapa kali untuk login, namun itu sia-sia, karena ia lupa kata sandi.

Tidak hanya akun Skype saja, akun yang lain pun lenyap begitu saja karena ia lupa kata sandinya. Ia sangat geram. Dan dibalik rasa geram tersebut, Jam Koum tidak mau menggunakan metode password untuk para penggunanya. Dan itulah cikal bakal terbentuknya WhatsApp yang kita kenal saat ini.

Seperti yang telah kita ketahui, ketika pertama kali kita menginstall WhatsApp, kita tidak perlu membuat password untuk login. Kita hanya perlu memasukkan kode yang dikirim ke nomor hape untuk selanjutnya dimasukkan kembali, dan.. setup pun selesai. WhatsApp sudah bisa digunakan. Dan nomor telepon lah yang dijadikan user ID.

Cara WhatsApp menghasilkan uang. Update: WhatsApp sekarang menjadi layanan gratis.

WhatsApp tidak menyediakan space iklan untuk para advertiser. Tidak heran, sejak pertama kali WhatsApp di luncurkan, ada sekitar 10.000 download perhari-nya. Namun setelah WhatsApp memungut bayaran, angka download turun menjadi 1000 perhari.

Pada awalnya, WhatsApp berkomitmen hanya akan memungut bayaran dari pengguna sekali seumur hidup, namun seiring waktu kebijakan tersebut berubah. Pengguna harus membayar $ 0.99 pertahun. UPDATE: WhatsApp kini layanannya menjadi gratis.

Ada sekitar 500 miliar pesan yang dikirim lewat WhatsApp. Angka sebesar itu dianggap sebagai salah satu penyebab menurunnya pertumbuhan SMS dunia. Fantastis! Penggunya setiap hari bertambah, dan sampai sekarang, jumlah penggunanya sudah tercatat 430 juta pada Januari 2014.