Inilah penyebab serta ciri ciri penyakit kanker payudara

Penyakit kanker payudara merupakan salah satu dari beberapa jenis kanker yang paling mematikan dan berbahaya. Penyakit kanker payudara ini terjadi akibat adanya gangguan jaringan pada organ payudara. Penyakit ini paling banyak dialami oleh wanita. Namun walaupun begitu, tidak menutup kemungkinan pria juga bisa mengalami penyakit ini, hanya saja kemungkinannya jauh lebih kecil.

Kanker payudara adalah kanker yang ganas dan kebanyakan awal mula pembentukannya terjadi pada jaringan kelenjar susu. Berdasarkan data pada tahun 2008 saja, jumlah penderita penyakit kanker payudara lebih dari 1.380.000 orang di seluruh dunia. Apalagi sekarang, tentu jumlahnya penderitanya semakin banyak.

Kanker payudara dapat dialami oleh berbagai kategori usia, tidak terkecuali golongan usia muda. Hanya saja, masih terbilang jarang. Baru setelah wanita berusia lebih dari 39 tahun, tingkat kerentanan meningkat menjadi lebih berisiko terkena penyakit kanker payudara. Kemudian, risiko semakin bertambah ketika seorang wanita menginjak usia lansia antara 60-79 tahun.

Terdapat beberapa metode penanganan apabila sudah mengalami kanker payudara, diataranya adalah dengan melakukan pembedahan, kemoterapi, radiasi, ataupun dengan menggunakan metode tradisional. Definisi mudahnya, penyakit kanker payudara merupakan suatu keadaan di mana sel sudah tidak dapat lagi dikendalikan dan mekanisme normalnya. Sehingga mengakibatkan pertumbuhan yang abnormal, cenderung cepat dan tidak terkontrol.

Penyakit kanker payudara mengalami beberapa fase dalam pembentukannya. Sel-sel kanker tumbuh dan berkembang dari sel-sel yang normal yang terdiri dari tahapan yang disebut dengan inisiasi dan promosi. Tahapan tersebut merupakan waktu ketika sel-sel yang normal berubah menjadi sel-sel kanker yang berbahaya dan ganas. Nah, sel-sel normal yang berubah menjadi sel kanker tersebut adalah jaringan yang kompleks karena di dalam sel terdapat jenis sel lain selain sel kanker itu sendiri.

Benjolan kecil pada organ payudara dapat dijadikan salah satu indikasi atau gejala kanker payudara pada wanita. Namun hal tersebut bukan ciri yang utama, karena bisa saja benjolan tersebut hanyalah benjolan biasa, namun Anda harus tetap waspada. Apabila benjolan tersebut ukurannya semakin besar, Anda perlu meningkatkan kewaspadaan karena bisa saja hal tersebut adalah tanda awal kanker payudara.

Apabila benjolan tersebut semakin hari semakin membesar, maka bisa dipastikan bahwa hal tersebut adalah gejala penyakit kanker payudara. Biasanya setelah itu pada permukaan kulit payudara akan terdapat warna merah muda atau kecokelatan, kulitnya mengkerut atau bahkan bisa juga terjadi borok. Dalam keadaan yang lebih lanjut, borok tersebut akan semakin besar dan jika sampai pada kondisi yang paling parah, borok tersebut dapat menghancurkan bentuk payudara, mempunyai bau busuk dan mengeluarkan darah.

Diagnosis dini kanker payudara

Benefit dari dilakukannya diagnosis dini bisa juga dikatakan sebagai langkah preventif bahkan sebelum gejala atau tanda-tandanya terlihat. Dengan dilakukan diagnosa sejak dini, kalaupun sudah ada tanda2 kanker payudara, proses penyembuhannya akan mempunyai tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. Selain itu, dengan diagnosa di awal, maka langkah atau metode penyembuhannya pun sudah bisa ditentukan dengan pilihan yang tepat.

Untuk dapat mendiagnosa kanker payudara, Anda bisa periksakan ke ahli medis. Biasanya diagnosa tersebut dilakukan dengan menggunakan x-ray atau biasa disebut dengan mammogram. Nah mammogram ini dapat mendeteksi organ payudara, bahkan sampai 2 tahun lebih awal sebelum terjadinya kanker. Langkah pemeriksaan ini juga berguna untuk mencegah sebelum sel kanker tersebut menyebar ke bagian lain seperti kelenjar getah bening atau organ lainnya.

Gejala umum kanker payudara

Sayangnya, pada awal pembentukannya, ciri2 kanker payudara jarang sekali yang terlihat. Dan berikut ini adalah beberapa tanda dan gejala kanker payudara yang biasanya timbul dalam tahap yang selanjutnya (bukan pada tahap awal), gejalanya antara lain:

  • Terdapat benjolan pada payudara
  • Adanya rasa sakit pada payudara
  • Terdapat perubahan warna pada permukaan kulit payudara (biasanya berwarna merah muda atau kecokelatan)
  • Terdapat adanya benjolan pada daerah ketiak
  • Terjadi pendarahan pada puting payudara
  • Adanya cairan yang berwarna merah atau cokelat yang keluar dari puting susu (bukan pada wanita yang sedang hamil atau menyusui)
  • Timbul rasa sakit setelah tumor semakin membesar atau sudah terjadi borok
  • Terjadi pembengkakan kelenjar getah bening pada ketiak dan pembengkakan pada lengan

Apabila Anda sudah merasakan salah satu atau beberapa dari gejala tersebut di atas, maka segera periksakan ke dokter atau ahli medis untuk mendapatkan penanganan serta pengobatan kanker payudara yang tepat.

Apa penyebab kanker payudara?

Anda selayaknya waspada, mengingat faktor risiko kanker payudara terbilang banyak. Namun walaupun begitu, seseorang belum dapat dipastikan dapat mengembangkan penyebab penyakit kanker payudara atau tidak. Ada beberapa penyebab yang dapat mempengaruhi perkembangan kanker payudara. Dan berikut adalah beberapa penyebab terjadinya kanker payudara:

  1. Jenis kelamin. Dalam faktor genetik ini, tentu saja wanita yang lebih berisiko 100 kali lipat terhadap kanker payudara dibandingkan dengan laki-laki (kanker payudara pada laki laki dapat saja terjadi, namun sangat jarang sekali).
  2. Usia. Risiko penyakit kanker payudara otomatis akan semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia.
  3. Riwayat keluarga atau genetik. Apabila di dalam riwayat keluarga ataupun kerabat dekat sudah ada yang mengalami kanker payudara, maka keturunannya akan mempunyai risiko yang tinggi terhadap penyakit kanker payudara juga.
  4. Ras. Dalam hal ini, ras juga harus menjadi pertimbangan karena dari data mengatakan bahwa wanita “bule” lebih banyak yang terkena penyakit kanker payudara.
  5. Masa menstruasi dan reproduksi. Apabila di bawah usia 12 tahun sudah mengalami menstruasi dan mengalami menopause terlambat (lebih dari 55 tahun), maka dapat dipastikan bahwa Anda mempunyai risiko tinggi terhadap kanker payudara. Selain dari itu, ada faktor lain yang sama-sama dapat meningkatkan risiko yaitu memiliki anak atau melahirkan pada usia yang tua.
  6. Tingkat kepadatan payudara. Pada organ payudara, di dalamnya terdapat jaringan kelenjar yang dapat memproduksi susu. Nah, jaringan payudara yang padat tersebut terkandung sel-sel yang lebih tinggi. Maka, risiko kanker payudara menjadi meningkat karena banyaknya sel-sel yang dapat menjadi kanker. Pemeriksaan dini dengan menggunakan mammogram menjadi solusi untuk mengetahui apakah terdapat jaringan yang abnormal atau tidak.
  7. Paparan radiasi. Ternyata, terdapat beberapa efek yang negatif dari paparan radiasi dari praktek medis seperti Sinar-X dan Computerized Tomography (CT) Scan dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit kanker payudara.
  8. Berat badan berlebihan. Kanker payudara juga disebabkan oleh faktor hormon estrogen pada tubuh, terutama pada seseorang yang mempunyai berat badan berlebih. Karena berat badan yang berlebihan akan menyebabkan produksi hormon estrogen.
  9. Konsumsi alkohol dan rokok. Penggunaan alkohol dapat meningkatkan risiko terhadap penyakit kanker payudara dan penyakit berbahaya lainnya. Hidup akan jauh lebih indah dan sehat tanpa alkohol dan rokok.

Semoga dengan informasi yang kami bagikan ini dapat membuat Anda lebih waspada lagi terhadap penyakit kanker payudara, karena dengan mengetahui penyebab serta gejalanya, Anda dapat melakukan tindakan pencegahan sedini mungkin. Salah satunya dengan cara memeriksakan kondisi kesehatan dengan rutin ke dokter. Sebab kanker payudara akan jauh lebih mudah penanganannya jika dilakukan sedini mungkin.

Tags: