Jual Jus Detox Fiforlif PT. ABE

Sudah menjadi fakta bahwa makanan apa yang kita konsumsi itu menentukan kesehatan kita. Hal tersebut sudah tidak diragukan lagi. Jika kita mengkonsumsi makanan yang mengandung pengawet, pewarna dan kandungan-kandungan lain yang belum diketahui kadar bahayanya, maka hal tersebut dapat mengundang berbagai macam penyakit pada tubuh kita.

Dan semua makanan itu diakumulasi sejak kanak-kanak hingga usia kita sekarang. Ok, bagaimana dengan buah dan sayuran? Kabar buruknya adalah, banyak ditemukan (tapi tidak semua) buah dan sayuran sekarang sudah tercemar oleh pestisida. Maka bisa dibayangkan sendiri kondisi usus kita seperti apa?

Banyak informasi yang menyebutkan bahwa konsumsi buah-buahan dan sayuran dapat membantu melancarkan BAB. Hal tersebut bisa saja benar, namun bukan berarti karsinogen (zat yang menyebabkan kanker) di dalam usus yang sudah “mengerak” juga ikut hilang. Frekuensi BAB setiap hari tidak menjamin usus sudah sehat.

Karena berdasarkan penelitian yang diadakan di Amerika Serikat, menunjukkan bahwa orang-orang yang sudah merasa ususnya dalam keadaan sehat, setelah dilakukan pemeriksaan di dalam ususnya terdapat kotoran dan toxin yang sudah mengendap. Itulah yang dapat memicu terjadinya berbagai penyakit.

Penyakit atau gangguan kesehatan yang dapat terjadi akibat adanya kotoran dan toxin tersebut diantaranya ialah perut kembung, perut buncit, nafas bau, lelah, lesu, kerap bermimpi, penyakit pinggang, penyakit hati, sakit kepala, sulit tidur, kepanasan, darah tinggi, dll.

Selama ini, usus kita diisi oleh berbagai jenis makanan dan minuman (yang seringkali tidak sehat), bahkan buah dan sayurannya (yang terkadang tercemar oleh pestisida). Padahal, usus manusia itu memiliki panjang berkisar antara 8-12 meter, melingkar dan berlipat-lipat dalam tubuh kita.

Mari kita bayangkan analogi sederhana. Anggaplah kita memiliki selang air yang memiliki panjang 10 meter, lalu kita pakai selang air tersebut selama 1 tahun. Apa yang terjadi? Ya, selang air tersebut setelah 1 tahun dipakai pasti akan berjamur, berkerak dan berlumut, bukan?

Memang, usus kita bukan terbuat dari selang air. Akan tetapi, analogi tersebut dapat terjadi juga pada usus kita. Terkadang, kita lalai menjaga kesehatan usus kita sendiri dengan mengkonsumsi berbagai macam makanan dan minuman yang kurang sehat. Padahal, usus merupakan nikmat dan anugerah yang diberikan oleh Allah kepada kita.

Bisa dibayangkan toxin, kotoran serta racun yang dihasilkan dari berbagai endapan sisa makanan dan kotoran yang tidak sempat terbuang. Hal tersebut terjadi hingga berlapis dan bahkan mengerak (sampai keluar parasit), tanpa kita sadari. Kecuali kita melakukan Endoskopi (pemeriksaan rongga tubuh).