Bunga tulip, bunga kebanggaan warga Belanda

Bunga tulip, kamu nampaknya sering melihatnya. Baik itu melihat fotonya di televisi atau poster, bahkan melihatnya secara langsung.

Salah satu yang paling terkenal akan keindahan bunga tulip adalah Belanda. Banyak warna negaranya yang mengaku bangga dengan hadirnya bunga tersebut.

Tulip termasuk ke dalam jenis tumbuhan berbunga yang mempunyai umbi. Pada umumnya, tulip akan mekar pada musim semi.

Rata-rata, tulip memiliki 6 helai daun mahkota dan bunganya berukuran cukup besar. Pada bagian daunnya terdapat lapisan lilin.

Dulu, tulip hanya memiliki warna tunggal pada setiap tangkainya, seperti orange, hijau, merah, kuning, ungu dan biru.

Namun sekarang dengan dilakukannya persilangan, maka warna tulip makin beragam.

Sehingga, sering dijumpai tulip yang memiliki warna campuran atau kombinasi warna.

Gambar bunga tulip Belanda warna warni indah

via Pixabay.com @ Anelka

Karena tulip bunganya hanya mekar pada musim tertentu saja, maka ketika musim semi tiba, banyak wisatawan dari berbagai penjuru dunia mengunjungi taman atau kebun tulip.

Dan tentu saja negara tujuan para wisatawan tersebut adalah Belanda. Namun ada juga negara lain yang sama-sama terkenal akan bunga tulip-nya yaitu Turki.

Melihat antusiasme yang luar biasa dari tahun ke tahun, maka pemerintah Belanda sangat serius mengembangkan bunga tulip di negaranya.

Hal tersebut bertujuan agar lebih banyak menarik wisatawan sehingga dapat membantu meningkatkan perekonomian Belanda dalam bidang pariwisata.

Dengan keseriusan tersebut, Belanda menjadi salah satu negara penghasil tulip terbesar. Sekitar 9 miliar kuntum tulip dipanen setiap tahunnya. Dengan 75% hasil panen tersebut di ekspor.

Jika perkuntumnya dihargai sekitar $3-$5, maka bisa dibayangkan betapa besarnya keuntungan dari bisnis bunga tulip ini.

Asal bunga tulip dari mana?

Bunga tulip Belanda awalnya berasal dari mana sih?

via Pixabay.com @ congerdesign

Walaupun begitu, ternyata bunga tulip ini bukan asli dari Belanda. Lantas, dari mana asal tulip ini pada awalnya? Cari tahu selengkapnya di sini.

Singkat cerita, kekaisaran Turki Uthmaniyah salah satu yang pertama kali berperan dalam penyebaran bunga tulip ini.

Ketika masih dipimpin oleh sultan Suleyman I pada abad ke-16, duta besar Habsburg (Austria) yaitu Ogier Ghiselin de Busbecq diberikan hadiah oleh sultan berupa bibit tulip untuk dibawa ke Wina.

Setelah berada di Wina, De Busbecq kemudian memberikan bibit tersebut ke temannya yang seorang ahli botani bernama Carolus Clusius.

Ketika Carolus Clusius pergi dari kota Wina untuk mengajar di Universitas Leiden, Belanda, ia membawa beberapa bibit tulip tersebut dan kemudian menanamnya di sana.

Hasil dari berbagai percobaan yang dilakukan tangan dinginnya, akhirnya bunga tulip semakin terkenal di Belanda. Hingga sempat menjadi komoditas yang berharga sangat tinggi.

Bahkan jenis tulip Semper Augustus harganya bisa setara dengan harga sebuah rumah di Amsterdam kala itu.

Melihat fenomena ini, akhirnya banyak orang berbondong-bondong membudidayakan tulip. Hasilnya, stok tulip melimpah ruah menjadikan harganya turun sangat drastis. Bahkan tidak ada harganya.

Pada masa itu, banyak orang yang jatuh miskin dalam waktu semalam hanya karena bunga tulip ini. Fenomena yang sangat mengerikan, bukan?

Kejadian tersebut mirip dengan bunga gelombang cinta di Indonesia, yang sempat memiliki harga yang fantastis, tapi kini harganya kembali normal seharga tanaman hias biasa.

Tags:,