Bunga Matahari: Sejarah, jenis dan gambarnya lengkap

BUNGA MATAHARI – Gimana, jadi ingat sama Hamtaro ya? Sebelum itu, mari kita bahas dulu pengertian bunga matahari ya.

Bunga matahari (Helianthus annuus L.) merupakan salah satu jenis bunga yang banyak diketahui oleh banyak orang. Sering digunakan untuk berbagai macam keperluan, salah satunya digunakan dapat untuk menghasilkan minyak dan juga sebagai tanaman hias.

Mempunyai ciri fisik yang unik, berwarna kuning, berukuran besar & kepala bunga yang besar (bisa mencapai ukuran diameter 30 cm). Dalam satu bongkol, terdiri dari ratusan bahkan ribuan bunga kecil.

Sedangkan dari perilakunya, bunga ini dapat terlihat dari cara tumbuhnya yang menghadap ke arah matahari, mungkin karena hal tersebut bunga ini diberi nama bunga matahari.

Di dunia internasional, bunga ini diklaim sebagai bunga resmi negara bagian Kansas, Amerika Serikat dan bunga nasional dari negara Ukraina.

gambar bunga matahari indah

Gambar via Pixabay.com @ christianabella

Bunga matahari termasuk ke dalam jenis tanaman yang lunak batangnya karena tidak membentuk kayu. Awalnya bunga matahari diketahui berasal dari Meksiko, mempunyai ciri fisik: tinggi 3m – 5m, tergantung jenisnya, batang pohonnya terdapat rambut kasar dan daun tunggal lebar.

Yang menarik adalah, buah bunga matahari sering disebut ‘biji’ bunga matahari, karena memiliki ciri buah kering berdinding agak keras dan sulit dibedakan dengan ‘biji’ sesungguhnya. Padahal biji asli bunga matahari itu berada di dalam, terhalang oleh buah yang mirip tempurung.

Bunga matahari jika berdasarkan kelompok budidaya, dibagi menjadi:

  • Bunga yang menjadi kuaci dengan cara dipanen bijinya untuk digunakan sebagai bahan makanan kecil.
  • Bunga yang menjadi pakan ternak, hanya daunnya saja yang dimanfaatkan untuk makanan ternak dan bisa juga digunakan untuk pupuk hijau.
  • Bunga yang dijadikan tanaman hias, yang mempunyai bentuk, warna serta variasi paling indah diantara jenisnya yang lain biasanya sering digunakan untuk tanaman hias.
  • Bunga yang menghasilkan minyak (oil seed), diambil dari bijinya. Jenis atau kelompok bunga ini biasanya mempunyai dinding atau cangkang yang lebih tipis dengan kandungan minyak antara 48% sampai 52%.

Tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai bahan utama untuk menghasilkan minyak, karena memiliki kadar minyak yang cukup tinggi dan juga kulit yang cenderung tipis. Dalam hal produksi minyak ini, ada beberapa negara yang paling dominan, yaitu Perancis, Rusia, India dan China.

SEJARAH BUNGA MATAHARI

Sejak ribuan tahun lalu, orang Indian yang berada di Amerika Utara sudah membudidayakan bunga matahari ini. Dan setelah itu, baru tersebar ke suku Inka yang berada di Amerika Selatan.

Setelah bangsa Eropa menguasai daerah Amerika Utara dan Amerika Selatan, tanaman ini semakin menyebar ke daratan Eropa. Dan semakin menyebar lagi ke seluruh dunia pada sekitar abad ke-16.

Satu abad setelahnya, pemanfaatan tanaman ini semakin berkembang, seperti digunakan sebagai pengganti cokelat dan kopi atau sebagai campuran bahan baku roti.

Penyebaran tanaman ini juga terjadi pada sekitar abad ke-18, ketika Peter Agung (Pyotr I) dari Rusia, suatu ketika ia sedang berada di Belanda dan melihat keindahan bunga ini, sehingga ia ikut andil dalam penyebaran tanaman ini di daratan Rusia.

Sehingga setelah itu, tanaman ini tumbuh dengan luar biasa di Rusia. Diperkirakan 2 juta hektar per tahun. Bunga ini digunakan sebagai bahan utama penghasil minyak biji matahari dan juga untuk memenuhi kebutuhan penduduknya.

HABITAT & TEMPAT TUMBUH BUNGA MATAHARI

foto ladang bunga matahari

Foto via Pixabay.com @ sarangib

Karena berasal dari daerah subtropik, tanaman ini akan tumbuh dengan maksimal pada kondisi tanah yang hangat dan subur serta suasana cerah. Seperti contohnya di halaman rumah atau di taman-taman dengan sinar matahari yang cukup.

Namun jika di tanam di daerah tropika, hasilnya akan maksimal jika berada di dataran tinggi. Jika di tanam pada daerah yang beriklim sedang seperti di Eropa, tanaman ini hanya akan tumbuh di musim gugur dan musim semi. Juga harus menghindari frost (cuaca yang membeku).

Jika ingin menanam tumbuhan ini di negara dengan 4 musim, sebaiknya hindari musim dingin dan musim gugur, karena kemungkinan bunga ini sulit untuk tumbuh.

Nah, di Indonesia sendiri bunga ini sudah bisa ditanam, karena sekarang tanaman ini sudah melalui persilangan, sehingga sudah cocok ditanam di daerah tropik seperti negara kita ini, asal jangan ditanam di tempat yang tergenang air karena akarnya akan menjadi busuk.

JENIS JENIS BUNGA MATAHARI

Mungkin ada beberapa orang yang menyangka bahwa tanaman ini hanya mempunyai satu jenis saja. Warnanya kuning, bentuknya agak besar, dan motifnya sama.

Padahal, sebetulnya bunga matahari ini mempunyai berbagai macam jenis. Dan setiap jenis tentu memiliki karakteristik dan bentuk yang berbeda satu dengan lainnya.

Lalu, apa saja jenisnya? Dan berikut ini merupakan beberapa jenis bunga yang kami kutip dari berbagai sumber:

1. BUNGA MATAHARI JENIS ‘GIANT SUNGOLD’

jenis bunga matahari giant sungold

Sumber: GardenWeb.com

Sesuai dengan penamaannya, jenis ini merupakan salah satu jenis yang mempunyai ukuran yang besar. Memiliki ciri fisik: tinggi 1 meter dengan ukuran diameter bunga sekitar 15 cm. Bunganya dapat bertahan kurang lebih 2 bulan.

Yang unik dari jenis ini adalah, jika diperhatikan dengan seksama, seakan-akan memiliki kelopak bunga yang 2 lapis. Kelopak yang berada di belakang seperti terpisah dari kelopak yang di depan.

2. BUNGA MATAHARI JENIS ‘TEDDY BEAR’

jenis bunga matahari teddy bear

Gambar bunga matahari via Pixabay.com @ ALevanti

Entah dari mana pertama kali jenis ini diberi nama demikian. Namun yang jelas, jenis yang ini merupakan salah satu jenis yang banyak diminati oleh penggemar tanaman hias karena keindahannya.

Kelopak bunganya seolah mengembang, sedikit berbeda dengan jenis lainnya. Berwarna kuning cerah. Mempunyai ciri fisik: diameter dapat mencapai hingga 17 cm.

Dengan ketinggian rata-rata 60-90 cm saja, sangat pas jika dijadikan sebagai hiasan halaman depan atau belakang rumah.

3. BUNGA MATAHARI JENIS ‘BIG SMILE’

jenis bunga matahari big smile

Sumber foto Pixabay.com @ StockSnap

Walaupun namanya “big” tapi ukurannya justru tergolong mungil. Begitu juga dengan ukuran tingginya yang biasa saja. Karena itu, jenis ini malah cocok jika ditanam pada pot, karena tinginya rata-rata hanya sekitar 40 cm dan dengan bunga berdiameter sekitar 10 cm.

4. BUNGA MATAHARI JENIS ‘EARTHWALKER’

jenis bunga matahari earth walker

Sumber foto via Higgledygarden.Com

Jenis ini sedikit berbeda dan unik dari pada jenis bunga lainnya, karena biasanya bunga matahari identik dengan warna kuning, sedangkan ini berwarna orange kecoklatan. Namun tetap terlihat indah dan cantik.

5. BUNGA MATAHARI JENIS ‘FIESTA DEL SOL’

jenis bunga matahari fiesta del sol

Sumber foto Statebystategardening.Com

Ciri yang paling nampak dari jenis ini tentu warnanya yang merah cerah sedikit orange. Ukuran bunganya sendiri termasuk cukup besar dan tingginya bisa mencapai kurang lebih 80 cm. Ukuran diameter bunganya dapat berkisar antara 5-10 cm.

6. BUNGA MATAHARI JENIS ‘CHERRY ROSE’

jenis bunga matahari cherry rose

Sumber gambar via Pinterest

Jenis ini memiliki campuran warna yang cantik dan unik. Bakal bijinya berwarna gelap kecoklatan. Bagian kelopak dalamnya berwarna keunguan dan ujung kelopak luarnya berwarna putih cerah. Sungguh indah sekali.

7. BUNGA MATAHARI JENIS ‘EARLY RUSSIAN’

jenis bunga matahari early russian

Sumber gambar via jjlawnserviceinc.com

Bentuk dan warnanya seperti bunga matahari pada umumnya, yaitu berwarna kuning dan bagian tengahnya yang berwarna kecoklatan.

Jenis ini memiliki ukuran yang besar, bunganya bisa berukuran sekitar 30 cm dan batangnya bisa mencapai 1.8-2.4 meter. Bisa dibilang ini jenis ‘raksasa’ karena ukurannya.

8. BUNGA MATAHARI JENIS ‘MUSIC BOX’

jenis bunga matahari music box

Gambar via glallotments.blogspot.com

Jenis ini terlihat sangat indah karena memiliki campuran gradasi warna yang unik. Bagian tengahnya berwarna gelap kecoklatan, kelopak bagian dalam berwarna coklat muda dan kelopak bagian luar berwarna kuning.

Kelopak bunganya berukuran kurang lebih 10 cm. Dapat bertahan selama 75 hari ketika mekar. Ukurannya sedang, karena tidak terlalu tinggi yaitu sekitar 50 cm.

9. BUNGA MATAHARI JENIS ‘RED SUN’

gambar bunga matahari jenis red sun

Sumber gambar via hartseed.com

Warna jenis ini tentu sesuai dengan namanya. Warna merah menawan mendominasi. Dikombinasi dengan warna gelap pada bagian tengah bunganya.

Memiliki ukuran yang lumayan besar karena memiliki ukuran tinggi fisik hingga 1.5 meter, bahkan bisa lebih. Dan untuk bunganya sekitar 15 cm. Ketika dalam keadaan mekar, mampu bertahan hingga 75 hari.

10. BUNGA MATAHARI JENIS ‘MOONWALKER’

jenis bunga matahari jenis moonwalker

Sumber gambar dari sunflower.tips

Jenis ini juga termasuk ke dalam jenis yang memiliki ukuran besar karena dapat tumbuh menjulang hingga 1.7 meter bahkan bisa lebih. Sedangkan dengan ukuran bunganya sekitar 15 cm.

Warna fisik dari jenis ini berwarna kuning muda atau kuning pucat. Namun walaupun begitu, bunga ini tetap terlihat cantik dan indah.

11. BUNGA MATAHARI JENIS ‘VALANTINE’

jenis bunga matahari jenis valentine

Sumber foto dari thompson-morgan.com

Jenis dengan ukuran yang sedang. Memiliki ciri fisik warna kuning lemon yang cerah, ukuran bunga sekitar 15 cm. Jenis ini lebih cocok di tanam di kebun dengan kondisi sinar matahari yang cukup. Termasuk ke dalam bunga musim panas.

Dapat tumbuh tinggi hingga 1.5 meter. Biji biji dari jenis ini dapat dijadikan cemilan sehat dengan cara dipanggang.

12. BUNGA MATAHARI JENIS ‘VELVET QUEEN’

jenis bunga matahari velvet queen

Sumber gambar via westcoastseeds.com

Jenis ini tergolong memiliki ukuran yang cukup besar. Dapat menjulang tinggi hingga 1.5 meter. Dan mempunyai ukuran kelopak dengan ukuran kurang lebih 15 cm. Dalam satu tangkai, umumnya dapat tumbuh 5-8 kelopak bunga.

Memiliki warna orange yang agak gelap dan bagian tengahnya berwarna gelap. Sisi-sisi bagian tengahnya ini berwarna kuning terang, dan mirip ketika terjadi gerhana matahari total. Indah banget ya.

13. Bunga matahari jenis ‘pacino’

jenis bunga matahari pacino

Foto dari dtbrownseeds.co.uk

Jenis ini memiliki ciri fisik bunganya yang berwarna kuning cerah dengan bagian tengahnya yang memiliki variasi warna. Ukurannya tergolong kecil, karena itu jenis ini cocok untuk ditanam pada pot untuk menghiasi rumah atau halaman rumah.

Memiliki ciri fisik tinggi dapat mencapai 60 cm dan ukuran kelopaknya sekitar 13 cm. Ketika dalam keadaan mekar, bunganya dapat bertahan hingga 2 bulan lamanya.

14. Bunga matahari jenis ‘autumn beauty’

gambar bunga matahari autumn beauty

Sumber foto via rareseeds.com

Jenis ini terdapat keunikan tersendiri, karena dalam satu pohon, masing-masing bunga bisa memiliki warna yang berbeda. Warnanya bervariasi, mulai dari kecoklatan, orange, kuning hingga kemerahan.

Untuk fisiknya, tergolong ukuran besar. Dapat tumbuh tinggi menjulang hingga 170 cm dan kelopak bunga kurang lebih 15 cm. Ketika sedang mekar, bunganya dapat bertahan hingga 75 hari.

BUDIDAYA BUNGA MATAHARI

Bunga matahari merupakan tanaman yang bisa dibilang mempunyai banyak fungsi. Sehingga, banyak orang yang menyukainya. Dan berikut ini merupakan langkah-langkah budidayanya:

1. Pengenalan benih

Tahap ini adalah proses awal yang sangat krusial dan penting. Namun jangan khawatir, karena benihnya dapat dengan mudah dikenali dengan ukuran yang biasanya besar. Gampang dikenali karena bijinya sering dikonsumsi sebagai kuaci.

2. Persiapan lahan

Khusus untuk proses penyemaian, usahakan siapkan tanah subur dan gembur yang bisa menampung atau mengikat air. Akan tetapi, bisa juga langsung ditanam langsung pada media permanen seperti di kebun, di taman, dll. Usahakan pilih tempat yang cukup akan sinar matahari.

3. Persiapan bibit

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, biji bunga matahari yang berasal dari induknya haruslah dipilih biji terbaik dan mempunyai mutu paling baik. Karena bunga matahari ini diperbanyak dari biji dengan cara semai.

4. Penanaman

Cara penanaman bunga matahari dilakukan dengan menyebarkan langsung bijinya di area tanam dengan kedalaman 3-8 cm. Cara ini membutuhkan tempat atau media yang bebas gulma (tanaman yang tidak diinginkan).

Cara penanaman lain bisa dilakukan dengan cara mekanik, yaitu biji benih rata-rata 3-8 kg/ha (tergantung pada ukuran biji benih dan jaraknya). Jarak yang paling sering dipakai yaitu 60-75 cm antar baris dan 20-30 cm dalam baris.

Sedangkan untuk kerapatan tanaman dapat disesuaikan dengan lingkungan dan kultivarnya 15.000-30.000 tanaman/ha di bawah hujan dan 40.000-60.000 tanaman/ha untuk yang diirigasikan mengecil, bahkan kerdil.

Untuk benih dalam skala sedikit, dapat disemaikan di pot. Namun jika benih cukup banyak, semaikan di bedengan (area tanah yang sudah terkomposisi berbagai macam unsur hara, biasanya dibentuk memanjang).

Setelah itu tunggu kurang lebih 10 hari sejak masa tabur atau jika bibitnya sudah tinggi dengan ukuran 15-20 cm, baru bisa dipindah ke lokasi tanam. Satu bibit dalam satu lubang. Jarak tanam disarankan minimal 1 meter persegi, karena jika terlalu dekat/rapat, batangnya akan bercabang dan tidak akan berkembang.

Dalam penanaman bunga matahari, kondisi tanah disarankan dalam keadaan gembur. Pada masa awal penanaman, berikan 3 kg pupuk kandang per bibitnya. Disarankan mengulangi pemberian pupuk ini ketika masa tanam sudah berumur 1 bulan. Tambahkan juga ZA 25 gram per batangnya.

Setelah umurnya 1.5 bulan, berikan TSP 15 gram per batang. Perlu diperhatikan juga saluran pembuangan air, kemungkinan adanya penyakit dan hama yang mungkin terjadi.

Pada umur 2 bulan, biasanya bunga yang berada di batang utama mulai terlihat dan kuncup, begitu juga dengan ruas-ruas daun yang berada di bawahnya. 1 batang tanaman umumnya dapat tumbuh 10-12 tangkai bunga.

5. Perawatan

Perawatan bunga matahari ini tergolong mudah dan simpel. Karena hanya perlu menjaga asupan pupuk, pengairan cukup dan pembersihan dari gulma (tanaman pengganggu). Penyiramannya hanya cukup dilakukan sekali dalam sehari.

Untuk ukuran pemberian pupuk dan pengairan, bisa dibilang lebih kecil dari yang biasa diberikan kepada tanaman jagung. Sejauh ini menurut beberapa pengalaman yang terjadi dilapangan, belum ada hama tertentu yang menggangu tanaman ini.

6. Panen

Untuk memulai panen, perlu dipastikan terlebih dahulu bahwa bunga harus sudah dalam keadaan tua dan matang, baru bisa diambil bijinya. Bunga yang sudah tua dapat terlihat dari kelopak bunganya yang sudah kering.

Tanda lain yang dapat terlihat adalah pada belakang bunga dan juga tangkainya. Jika bunga yang masih muda, akan berwarna hijau cerah dan jika bunga sudah matang dan tua, akan berwarna kuning kecoklatan.

Bunga matahari yang sudah siap panen umumnya sudah berumur 100 hari.

7. Pemanfaatan dan pengolahan setelah panen

Ternyata bunga matahari dapat dijadikan berbagai macam bahan olahan. Salah satu yang paling sering adalah digunakan sebagai bahan penghasil minyak dan makanan kecil kuaci. Selain itu, juga bisa untuk menjadi bahan tepung dan kapsul.

Adapun proses pengolahan menjadi minyak melewati berbagai proses, yaitu proses pengeringan, proses penguapan, proses pembersihan dan penyortiran, proses penghalusan dan pengempaan biji dengan menggunakan alat screw press.

Setelah melewati proses screw press tadi, minyak yang keluar dari biji bunga harus dimurnikan terlebih dahulu. Proses pemurnian ini bertujuan untuk menghilangkan getah (degumming), menghilangkan asam lemak bebas (Neutralization) dan menghilangkan zat warna (Bleaching).

Baru setelah itu minyak dapat dikonsumsi. Minyak ini juga dapat bermanfaat untuk kesehatan.