Foto gambar bunga edelweis

Bunga Edelweis: Sejarah dan fakta menariknya (Lengkap)

BUNGA EDELWEIS – Tanaman yang dikenal dengan nama latin Leontopodium Alpinum merupakan bunga yang mendapat sebutan “bunga abadi”. Mengapa mendapat julukan seperti itu?

Karena tanaman tersebut memiliki kandungan hormon etilen yang dapat berperan agar bunganya tidak mudah gugur. Bunga ini biasa tumbuh pada tempat bebatuan dengan ketinggian 1.800 sampai 3.000 meter di atas permukaan laut.

Baca juga: Bunga mawar yang memesona.

Gambar bunga edelweis di Alpen
Foto via Wikipedia

Pada zaman peradaban kuno, bunga ini biasa dijadikan sebagai bahan baku obat herbal alami untuk berbagai macam penyakit seperti disentri, TBC, diare dan difteri.

Hal tersebut dikarenakan adanya kandungan zat anti-oksidan yang ada pada bunga edelweis. Sehingga dapat digunakan sebagai obat alami pada masa itu.

Kandungan anti-oksidan yang cukup kaya pada tanaman tersebut, yaitu anti-mikroba yang berfungsi untuk membasmi bakteri serta jamur, juga mempunyai anti radang (anti-inflamasi).

Bukan hanya itu, dalam tanaman ini juga terkandung sifat pelindung yang baik bagi keremajaan sel kulit serta bisa membantu kulit terlihat awet muda dan melidungi dari radikal bebas.

Selain itu juga, bunga ini bisa diolah dan diminum layaknya “minuman teh” yang dapat berfungsi untuk membantu menormalkan kembali sirkulasi yang kurang baik, kanker payudara, difteri dan batuk.

Bahkan, bisa juga berfungsi untuk dijadikan bahan baku salep yang melindungi kulit dari sinar UV (Ultraviolet), mempercepat kesembuhan luka dan membantu meredakan sakit akibat rematik.

Sejarah Bunga Edelweis

Gambar bunga edelweiss
via Wikipedia

Pada tahun 1819, seorang bernama Caspar Georg Carl Reinwardt menemukan bunga ini untuk pertama kalinya di daerah lereng Gunung Gede. Baru setelah itu, diteliti lebih lanjut oleh Carl Heinrich ‘Bipontinus’ Schultz yang sama-sama berprofesi sebagai botani asal Jerman.

Pada tahun 2003, Pos Indonesia pernah menjadikan bunga ini sebagai gambar perangko. Bahkan, bunga ini pernah suatu ketika dijadikan sebagai judul lagu pada tahun 1965 pada film The Sound of Music.

Nama “Edelweis atau Edelweiss” itu sendiri merupakan kombinasi dua kata dalam bahasa Jerman, yakni edel yang memiliki arti “agung atau mulia” sedangkan weiss yang memiliki makna “putih”.

TERUNGKAP: Inilah sejarah bunga tulip.

Bunga Edelweis yang ada di Indonesia

Gambar bunga edelweis di Indonesia
Gambar via Wikipedia

Tanaman Edelweis yang ada dan tumbuh di Indonesia tentu berbeda dengan edelweis yang tumbuh di pegunungan Eropa. Bunga edelweis yang tumbuh di Indonesia memiliki nama latin Anaphalis Javanica. Tapi kebanyakan mengenalnya dengan Edelweis Jawa.

Bunga yang satu ini umumnya muncul dan mekar antara bulan April dan bulan Agustus. Jika sudah mekar, bunga ini sibuk dikunjungi oleh berbagai macam jenis serangga.

Ada sekitar 300-an lebih jenis serangga yang menyukai bunga ini. Jenis serangga tersebut beberapa diantaranya adalah kupu-kupu, lalat, kutu, lebah, tabuhan, dll.

Fakta menarik tentang bunga Edelweis

Gambar bunga edelweiss
via panoramio.com

Karena habitat bunga ini tumbuh di daerah yang tinggi dan pegunungan, maka bunga ini sangat dekat sekali dengan para pendaki gunung. Tapi sayangnya, seringkali ada beberapa orang yang kurang bertanggung jawab memetiknya, lalu membawanya pulang.

Ada beberapa hal menarik yang mungkin saja para pendaki gunung belum ketahui. Rata-rata mereka hanya mengetahui bahwa bunga ini adalah ‘bunga abadi‘ dan lambang keabadian cinta.

1. Mendapatkan sebutan ‘bunga abadi’

Mengapa mendapat julukan itu? Karena dalam bunga edelweis terdapat hormon, yang mana hormon tersebut berfungsi untuk dapat mencegah kerontokan pada kelopak bunganya. Maka tak heran, dengan adanya hormon tersebut, tanaman edelweis bunganya dapat mekar selama 10 tahun! Wow, lama sekali ya.

2. Bunga ini hanya hidup di daerah pegunungan

Gambar hamparan bunga edelweis
via Wikipedia

Tanaman ini sangat bergantung pada kelembapan dan juga suhu udara yang ada di sekitarnya. Maka dari itu, bunga ini biasanya hanya dapat ditemukan di daerah dengan ketinggian 2000 meter di atas permukaan laut. Jadi jika misalnya para pendaki gunung yang masih nekat memetik bunga ini dan membawanya pulang, pasti bunga ini akan layu dan mati.

3. Bunga edelweis dilindungi oleh undang-undang

Bunga edelweis dilindungi undang-undang
Bunga edelweis menjadi logo koin di negara Swiss via swissmint

Ancamannya cukup serius loh. Karena dengan mencabut bunga edelweis ini bisa dikenakan hukuman sesuai Undang-undang no. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem pasal 33 ayat 1.

Nampaknya himbauan ini sudah banyak orang yang mengetahuinya, tapi tetap saja masih ada yang tak mengindahkannya dan nekat memetik bunganya. Bahkan sudah banyak ditemukan himbauan yang sudah dipasang di berbagai tempat pendakian.

4. Bunga edelweis bisa dibudidayakan

Foto penjual bunga edelweis di Bromo
via Wikipedia

Tanaman yang satu ini cocok dibudidayakan hanya pada daerah dataran tinggi saja. Contohnya tempat seperti dataran tinggi Dieng, Jawa Tengah. Atau di daerah Bromo.

Nah, di sana kamu akan menemukan atau bahkan bisa membeli tanaman ini dari para petani. Tanaman ini biasanya dibudidayakan dengan cara menanam bibit yang berasal dari bji yang tumbuh.

Biji tersebut biasanya didapatkan dari tempat di mana induknya berada. Untuk media tanamnya, bisa disiapkan tanah liat yang berkapur atau tanah yang berpasir dengan tingkat keasaman tanah berkisar 4-7 pH.

5. Bunga edelweis terancam punah

Di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tahun 1988, sudah ada sekitar 636 batang bunga edelweis yang diambil. Taman nasional Gunung Gede Pangrango tersebut merupakan salah satu yang menjadi tempat perlindungan bunga edelweis.

Keadaan yang lebih menyedihkan terjadi di daerah wisata Bromo, bahwa dikabarkan bunga edelweis telah punah di daerah tersebut. Hal yang sangat disayangkan ya. Yuk, mari kita jaga bunga dan rawat bersama-sama agar bunga tersebut tetap lestari.

6. Menjadi logo dan simbol

Lambat bunga edelweis pada perangko Pos Indonesia
via florafaunaonstamp.blogspot.co.id

Di Indonesia, bunga ini pernah terlihat menjadi gambar pada perangko pada tahun 2003 oleh Pos Indonesia. Sedangkan di Eropa, bunga ini kerap kali menjadi lambang dan simbol. Seperti dijadikan logo lembaga tertentu dan simbol pada koin.

Tempat terbaik untuk melihat bunga edelweis

Gambar bunga edelweis di pegunungan
Sumber foto Muhammad Naufal/kumparan

Salah satu tempat terbaik untuk melihat pesona dan keindahan bunga edelweis ini adalah di Garut. Tepatnya di Tegal Alun, Gunung Papandayan. Terhampar luas 32 hektar dan hampir diseluruh sudutnya dapat ditemukan bunga edelweis yang tumbuh memesona secara alami.

Adapun tempat lain, berada di Lembah Mandalawangi dan Alun-alun Suryakencana di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Simak juga keindahan bunga anggrek.

Untuk menunjukkan keindahan bunga edelweis ke teman, kerabat atau keluarga tanpa memetik langsung bagaimana caranya? Kamu bisa foto untuk membagikan keindahannya.

Atau hal yang paling asyik, yaitu ajak kerabat atau keluarga kamu untuk melihatnya secara langsung di habitatnya. Di gunung.

Karena keindahan bunga edelweis yang hakiki adalah ketika bisa melihatnya secara langsung, ketika tiupan angin pegunungan membuat tangkainya bergoyang.

Biarkanlah bunga edelweis tersebut tumbuh dan mekar secara alami di habitat mereka. Dan mari bersama-sama untuk menepati janji sebagai pecinta alam yang baik.

BACA  Bunga mawar putih: Arti & makna serta fakta menariknya