Bunga Anggrek: Jenis, perawatan & gambarnya lengkap

BUNGA ANGGREK – Siapa sih yang tidak kenal bunga ini? Dengan nama ilmiah Orchidaceae, yang mana termasuk salah satu tumbuhan berbunga yang mempunyai banyak anggota jenis. Anggrek dengan berbagai macam jenis tersebar mulai dari daerah tropis (yang basah dan lembab) hingga wilayah sirkumpolar (daerah kutub).

Meskipun begitu, bunga anggrek tetap masih lebih banyak ditemukan di daerah tropis.

Ciri utama yang dapat dilihat dari anggrek daerah tropis adalah epifit, yaitu jenis yang tumbuh menumpang pada tumbuhan lain untuk tempat hidupnya.

Adapun anggrek yang tumbuh di iklim sedang, biasanya menghasilkan umbi sebagai cara mereka untuk dapat beradaptasi dengan lingkungannya, terutama ketika musim dingin.

Ciri lain yaitu dari bentuk fisiknya, dapat terlihat tebal dan berdaging pada organ-organnya untuk dapat bertahan dari ketersediaan air yang terbatas.

Anggrek epifit dapat hidup hanya dengan mengandalkan udara lembab dan juga embun.

Penggunaan bunga anggrek

wallpaper bunga anggrek

Gambar via Pixabay.com @ sarangib

Dari berbagai macam pilihan tanaman hias, anggrek merupakan salah satu yang banyak dipilih. Banyak yang sengaja menjadikannya hiasan, baik itu di taman, halaman rumah, dll. Cara penanaman dan perawatannya susah-susah gampang. Namun jika dilakukan dengan baik, maka hasilnya juga bagus.

Jenis anggrek yang populer dijadikan hiasan adalah anggrek bulan.

Banyak wanita yang mengidolakan sosok anggrek bulan ini. Maka tak heran, anggrek ini sering dijadikan hadiah oleh para pria kepada pasangannya. Hal ini juga dilihat sebagai peluang yang baik oleh petani bunga untuk membudidayakan anggrek sehingga dapat bernilai ekonomi.

Bagian-bagian dari bunga anggrek

bagian bagian bunga anggrek

Gambar via bariqmuhammad.blogspot.co.id

Dengan mengetahui setiap bagian-bagian dari bunga mawar, nanti kita dapat dengan mudah membedakan bunga ini dengan bunga yang lain. Karena tentu saja, setiap bunga mempunyai ciri dan bagian-bagian yang berbeda.

Ciri-ciri bunga anggrek

Setiap tumbuhan tentu mempunyai ciri tersendiri, sama halnya dengan bunga anggrek ini. Nah, sekarang mari kita bahas mengenai ciri-ciri khas yang dimiliki oleh bunga anggrek, diantaranya:

1. Memiliki bentuk yang unik seperti seranggga dan berwarna cerah

Bentuk yang unik menjadikannya daya tarik tersendiri bagi serangga penyerbuk. Sehingga proses penyerbukan terjadi karena banyaknya serangga yang hinggap pada bunga tersebut.

Salah satu jenis anggrek yang berbentuk mirip seperti serangga adalah anggrek Phalaenopsis, karena ciri utamanya tentu saja berbentuk mirip serangga ngengat dan mempunyai kelopak bunga yang lebar.

Anggrek jenis ini sangat ampuh menarik perhatian para lebah dan burung untuk mengambil serbuk sari bunga.

2. Mempunyai akar yang multifungsi

Karena tempat hidupnya seringkali menempel pada pohon, maka akar anggrek mempunyai fitur serbaguna untuk mendukung keberlangsungan hidupnya. Jika diibaratkan kapal, akar anggrek merupakan “jangkar” nya, sehingga anggrek bisa menempel pada pohon atau tumbuhan lain.

Tanaman epifit seperti anggrek mempunyai ciri khusus, yakni lapisan velamen yang berongga. Lapisan ini sangat membantu sekali akar anggrek dalam menyerap air yang ada pada kulit pohon atau air yang ada pada media lain.

Sehingga, seperti halnya tanaman lain, anggrek juga bisa menyimpan cadangan air.

Ada hal unik pada anggrek, yaitu pada bagian akarnya terdapat adanya kandungan klorofil. Yang biasanya terdapat pada daun jika pada tanaman lain. Kandungan klorofil pada akar anggrek ini terdapat pada lapisan velamen.

Dengan begitu, akar anggrek mampu melakukan proses fotosintesis layaknya pada tumbuhan lain pada umumnya.

Akar anggrek yang epifit biasanya memiliki rambut pendek, namun ada juga yang tidak mempunyai rambut.

Sedangkan pada jenis anggrek tanah, akarnya memiliki rambut yang banyak dan panjang, sehingga dapat berfungsi untuk menyerap zat organik dan air dari dalam tanah dengan maksimal.

Cara merawat bunga anggrek

Cara merawat dan memelihara bunga anggrek

Gambar via Pixabay.com @ MoneyforCoffee

Banyak yang mengira bahwa dalam pemeliharaan dan perawatan anggrek itu cukup sulit, karena membutuhkan kondisi cuaca atau iklim yang baik agar tanaman ini bisa tumbuh dengan baik.

Tapi, walaupun begitu, tetap saja masih banyak orang yang tertarik untuk menanam bunga anggrek ini. Salah satunya untuk digunakan sebagai tanaman hias di pekarangan rumah atau di taman.

Bahkan, ada yang menaruh anggrek sebagai tanaman hias di dalam rumah. Hal itu memang dikarenakan anggrek dapat bertahan hidup dalam ruangan tertutup seperti ruangan tamu, ruangan keluarga, dapur, dll.

Jika suka terhadap anggrek namun tidak mau repot menanam sendiri, kamu bisa membelinya langsung di toko tanaman hias. Agar bunga anggrek yang kamu beli tetap dalam keadaan baik, lakukan beberapa tips perawatan berikut ini:

  • Letakkan anggrek pada tempat yang terkena sinar matahari secukupnya, biarkan anggrek beradaptasi terlebih dahulu pada lingkungan barunya. Usahakan jangan terkena sinar matahari langsung.
  • Jika ditaruh di dalam ruangan, berikan cahaya dari lampu. Hal tersebut berguna untuk menggantikan cahaya matahari.
  • Senantiasa menjaga agar tetap lembab. Karena anggrek merupakan jenis tanaman tropis, maka faktor kelembaban ini menjadi penting untuk menjaga keberlangsungan hidupnya.
  • Berikan pupuk. Tentu saja, agar anggrek dapat tumbuh dengan baik dan maksimal, diperlukan asupan pupuk yang baik. Penuhi kebutuhan nutrisinya.

Manfaat bunga anggrek

Gambar bunga anggrek putih.

Gambar via Pixabay.com @ LoggaWiggler

Selain digunakan untuk tanaman hias, ternyata bunga anggrek dapat di manfaatkan sebagai hal lain yang jarang diketahui oleh banyak orang. Dan berikut merupakan beberapa manfaat dari bunga anggrek, diantaranya:

1. Sebagai tanaman hias

Tentu saja ini menjadi hal yang paling banyak orang ketahui tentang bunga anggrek, yaitu dijadikan sebagai tanaman hias. Karena bunganya yang indah, mempunyai berbagai warna yang cantik dan juga jenis variasinya yang banyak.

Hal tersebut tentu saja menjadikan minat banyak orang untuk memelihara dan menanamnya. Di taman, di halaman depan rumah, di ruang tamu bahkan sampai di dapur, bunga anggrek tetap terlihat indah.

2. Sebagai aroma pengharuman dan sebagai simbol tertentu

Pada zaman dahulu kala, anggrek sudah digunakan untuk berbagai kepentingan. Di Yunani, anggrek digunakan sebagai simbol atau ikon kejantanan. Sendangkan di China, anggrek dipercaya bau harumnya itu berasal dari tubuh raja atau kaisar mereka.

3. Sebagai tanaman herbal

Banyak orang yang mengira anggrek hanya berguna sebagai tanaman hias saja. Ternyata sejak sudah lama, anggrek sudah digunakan sebagai bahan untuk dijadikan sebagai pengobatan tradisional.

Salah satunya di China, sejak kurang lebih 2800 SM sudah digunakan sebagai herbal alami untuk pengobatan. Shennong Ben Cao Jing yang menggunakan anggrek jenis Gastrodia elata yang berada pada Materia Medica.

4. Sebagai bahan makanan

Dengan nama latin Vanilla planifolia atau yang lebih dikenal sebagai Vanili adalah satu dari jenis suku anggrek. Nah, jenis ini biasanya berbuah, dan buahnya tersebut dapat dijadikan sebagai bahan penyedap kue, minyak wangi atau aroma terapi.

Ada juga jenis lain yang biasanya dijadikan sebagai bahan bumbu masakan, yaitu Orchis mascula. Atau yang dijadikan sebagai bahan baku makanan (berbentuk umbi-umbian) yaitu anggrek Saprophytic.

Jenis-jenis bunga anggrek

Anggrek adalah salah satu tanaman dengan jenis yang banyak. Setiap dari jenis bunga anggrek itu mempunyai cirinya masing-masing. Karena Indonesia merupakan negara dengan iklim tropis, maka hal tersebut menjadikan tempat yang nyaman bagi berbagai macam anggrek.

Dan untuk lebih memperkaya pengetahuan kita tentang bunga anggrek, mari kita bahas beberapa diantaranya:

1. Anggrek bulan Kalimantan Barat

gambar anggrek bulan kalimantan barat

Gambar via borneonews-borneoku.blogspot.com

Dengan nama latin Paraphalaenopsis serpentilingua, jenis anggrek ini paling banyak ditemukan di hutan Borneo. Sekarang, jenis ini mulai sulit untuk ditemukan, sehingga termasuk jenis anggrek yang langka.

Hal tersebut disebabkan karena berbagai hal, mulai dari keadaan hutan yang tandus sampai akibat ulah manusia yang menebang pohon-pohon, yang mana merupakan tempat dan habitat asli bunga anggrek.

Ada sebagian yang menganggap bahwa langkanya anggrek itu disebabkan karena pecinta atau pelestari anggrek rumahan. Namun para pecinta anggrek justru beranggapan lain, mereka memelihara anggrek agar tidak punah, daripada terlantar begitu saja bersama sisa penebangan pohon, lebih baik anggreknya dirawat dan dipelihara.

Sehingga dengan semakin langkanya anggrek jenis ini, maka pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjadikannya sebagai tanaman yang dilindungi.

2. Anggrek tebu

gambar bunga anggrek macam atau anggrek tebu

Foto via Duniaq.com

Dengan nama latin Grammatophyllum speciosum, merupakan jenis anggrek dengan ukuran paling besar dan juga bobot yang paling berat dibandingkan dengan jenis anggrek yang ada. Maka, jenis anggrek ini juga dikenal dengan nama anggrek raksasa, ratu anggrek atau anggrek harimau.

Tak tanggung-tanggung, anggrek ini dapat memiliki ukuran panjang 3 meter dengan diameter 1,5-2 cm dan bobot bisa mencapai lebih dari 1 ton dalam satu rumpun dewasa. Anggrek ini dapat tumbuh tinggi 2,5-3 meter.

Nama “tebu” sendiri itu karena batang pohonnya mirip dengan batang tebu.

Adapun ciri yang terdapat pada bunganya, anggrek tebu mempunyai warna kuning disertai dengan bintik-bintik hitam, merah atau coklat. Jenis ini juga termasuk jenis anggrek yang dapat bertahan lama dan tidak mudah layu.

Anggrek tebu ini banyak ditemukan di beberapa negara Asia Tenggara, diantaranya Indonesia, Thailand, Myanmar, Vietnam, Laos, Malaysia, bahkan hingga ke Papua New Guinea. Tempat tumbuhnya anggrek ini biasanya pada pangkal atau sela-sela pohon besar.

Anggrek ini juga menjadi salah satu jenis anggrek yang dilindungi karena keberadaannya sudah mulai langka.

3. Anggrek kantung kolopaking

gambar anggrek kantung kolopaking

Gambar via nifty.com

Dengan nama latin Paphiopedilum kolopakingii, juga merupakan salah satu dari jenis anggrek yang langka dan sulit ditemukan. Anggrek indah ini adalah tumbuhan khas yang dapat ditemui di daerah Kalimantan Tengah.

Anggrek jenis ini mempunyai ciri fisik daun yang berwarna hijau tua, membentuk seperti pita dengan ujung membulat dan dapat mempunyai lebar antara 5-12 cm & panjang antara 20-80 cm.

Sedangkan perbungaan, dapat memiliki panjang 45-90 cm dengan 5-19 cm untuk kuntumnya. Tangkai bunga berwarna hijau kekuning-kuningan. Dan ukuran bunganya dapat berkisar antara 8-16 cm dengan ciri kelopak putih bergaris coklat kemerahan.

Anggrek kantung kolopaking tempat hidupnya pada tempat yang berair dan menempel pada batuan berlumut. Sayangnya, anggrek ini hanya akan ditemukan di daerah Kalimantan Tengah saja dan jarang atau bahkan tidak akan ditemukan di daerah lain.

4. Anggrek hitam

gambar anggrek hitam

Gambar via rpu1.blogspot.com

Dengan nama latin Coelogyne pandurata merupakan anggrek yang biasa ditemukan di daerah Sumatera, Kalimantan dan juga Semenanjung Malaya. Jenis ini juga menjadi tanaman khas Kalimantan Timur.

Sayangnya sekarang jumlah dari anggrek hitam ini semakin sedikit. Hal ini diakibatkan karena habitat aslinya mengalami penyusutan akibat semakin berkurangnya lahan hutan di Kalimantan. Untuk dapat melihatnya, anggrek hitam ini dapat ditemukan di cagar alam Kersik Luway, itupun dalam jumlah yang terbatas.

Adanya lidah (labellum) yang berwarna hitam disertai garis-garis yang berwarna hijau dan berbulu pada anggrek ini menjadi asal-usul penamaan anggrek hitam.

Bunga dari anggrek hitam ini biasa mekar pada periode bulan Maret hingga Juni dan cukup mengeluarkan bau wangi yang semerbak.

5. Anggrek bulan

gambar anggrek bulan

Gambra via xmia7smada.blogspot.co.id

Dengan nama latin Phalaenopsis amabilis, anggrek bulan merupakan salah satu bunga nasional Indonesia. Adalah seorang ahli botani Belanda, Dr. C.L. Blume yang pertama kali menemukannya. Anggrek bulan tersebar mulai dari Papua, Indonesia, Malaysia, Filipina sampai ke Australia.

Jenis ini hidup dengan cara menempel pada batang pohon atau biasa disebut dengan istilah epifit. Namun begitu, anggrek ini termasuk tumbuhan yang tidak menyukai cahaya matahari dalam jumlah banyak untuk dapat hidup, hanya butuh sedikit saja.

Mempunyai ciri fisik daun memanjang dan berwarna hijau. Akarnya berdaging, berwarna putih dan bulat memanjang. Bunganya tidak terlalu mengeluarkan aroma wangi, waktu mekar relatif lama. Mampu tumbuh hingga berdiameter 10 cm, bahkan lebih.

6. Anggrek Cattleya

gambar bunga anggrek jenis Cattleya Labiata

Foto via Wikipedia

Jenis ini pertama kali ditemukan di Amerika Tengah, tepatnya di negara Kosta Rika dan tersebar sampai ke bagian Amerika Selatan. Anggrek Cattleya juga termasuk marga epifit (hidup dengan cara menumpang pada tumbuhan lain).

Kendati demikian, jenis anggrek ini juga kerap kali ditemukan di Indonesia. Nama “Cattleya” diberikan pada tahun 1824 oleh seorang yang bernama John Lindley.

Jenis ini juga termasuk anggrek yang tidak terlalu senang terkena sinar matahari secara langsung, dan hanya membutuhkan sinar matahari sekitar 4-5 jam saja.

7. Anggrek Oncidium

gambar bunga anggrek jenis Oncidium excavatum

Gambar via Wikipedia

Jenis anggrek yang tempatnya hidupnya pada daerah kering. Anggrek ini lebih banyak ditemukan di daerah Florida Selatan sampai Amerika Selatan. Jenis ini merupakan hasil keturunan dari keluarga Epidendroideae.

8. Anggrek selop

gambar bunga anggrek selop

Gambar via Pixabay.com @ DaFranzos

Dengan nama latin Paphiopedilum glaucophyllum, merupakan jenis anggrek asal Indonesia, tepatnya di daerah Jawa Timur, yakni habitat alami hidupnya berada di daerah selatan lereng Gunung Semeru di Lumajang.

Dapat dengan mudah ditemukan di Kebun Raya Purwodadi karena menjadi salah satu koleksi dari kebun raya tersebut.

Mempunyai ciri fisik 4 helai kelopak. Dengan rincian 2 helai kelopak utama dan 2 helai kelopak samping, ditambah adanya 1 labellum. Mempunyai ukuran 7,5 cm dengan kelopak samping 5 cm, kelopak punggung 3 cm.

Daunnya dapat mencapai ukuran 30 cm dan batangnya dapat mencapai ukuran panjang 45 cm.

Ada hal yang unik dari anggrek ini, yaitu bentuk bibirnya yang mirip dengan kantung semar.

9. Anggrek monyet

gambar bunga anggrek monyet

Gambar via Lizlu.com

Sesuai dengan namanya, anggrek ini sangat unik karena bunganya mirip dengan wajah monyet.